KABARBALI.ID – Berdasarkan perhitungan kalender tradisional Bali, Jumat (14/8/2026) memiliki sejumlah ala-ayuning dewasa (hari baik dan hari yang perlu dihindari) untuk berbagai aktivitas keagamaan, adat, pertanian, hingga kemasyarakatan.
Secara umum, hari ini sangat mendukung untuk kegiatan sosial seperti gotong royong, membentuk perkumpulan/organisasi, merancang program kerja, hingga membuka lahan pertanian baru. Namun, hari ini merupakan pantangan (tidak baik) untuk menggelar upacara Manusa Yadnya maupun Pitra Yadnya.
Berikut rincian Ala-Ayuning Dewasa lengkap untuk Jumat, 14 Agustus 2026:
Geni Rawana: Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api.
Kala Gumarang Turun: Baik untuk menanam sirih dan tembakau.
Kala Jangkut: Baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata.
Pepedan: Baik untuk membuka lahan pertanian baru.
Semut Sedulur: Sangat baik untuk kegiatan gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, serta membentuk perkumpulan atau organisasi.
Subacara: Baik untuk melangsungkan segala jenis upacara, membuat program/rencana, membuat peraturan (awig-awig), mengangkat atau menunjuk petugas, serta memulai latihan/belajar.
Tunut Masih: Baik untuk melas rare (menyepelekan bayi menyusu), mulai melatih ternak bekerja, membentuk perguruan/sekolah baru, serta nelusuk (memasang tali hidung sapi atau kerbau).
Geni Rawana: Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, dan bercocok tanam.
Kala Gumarang Turun: Tidak baik untuk pembibitan tanaman.
Pepedan: Tidak baik untuk membuat peralatan dari bahan besi.
Salah Wadi: Sangat tidak baik untuk melaksanakan upacara Manusa Yadnya (seperti wiwaha/pernikahan, mapendes/potong gigi, potong rambut) dan Pitra Yadnya (seperti penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan sejenisnya).
Semut Sedulur: Tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat (ngaben).
Pararasan: Laku Bintang
Pancasuda: Lebu Katiup Angin
Ekajalaresi: Patining Amerta
Pratiti: Upadana
(kab/red)