

DENPASAR, KABARBALI.ID – Berdasarkan penanggalan tradisional Bali, Jumat, 28 Agustus 2026 (Rahina Buda Kliwon Matal) dinaungi oleh sejumlah dewasa ayu (hari baik) yang sangat mendukung pelaksanaan ritual keagamaan, pembangunan tempat suci, hingga memulai kegiatan ekonomi atau usaha perdagangan.
Hasil perhitungan Ala-Ayuning Dewasa menunjukkan kehadiran Amerta Dewa, yang bermakna sangat baik untuk melaksanakan Panca Yadnya, khususnya upacara Dewa Yadnya. Selain itu, hari ini juga tepat untuk memulai pembangunan tempat-tempat ibadah atau tempat suci, lumbung beras, serta dapur.
Bagi masyarakat yang ingin menyusun aturan adat atau memulai fisik pembangunan, hari ini juga dinaungi Dauh Ayu. Pertemuan hari ini dinilai sangat baik untuk merumuskan awig-awig, peraturan-peraturan adat, maupun undang-undang.
Sementara bagi pelaku usaha, kehadiran Sedana Yoga membawa keberkahan tersendiri. Hari ini diyakini sebagai momen yang sangat baik untuk membuat sarana berdagang, mendirikan tempat usaha, hingga mulai berjualan karena dipercaya dapat mendatangkan kelancaran rezeki.
Bagi sektor pertanian, keberadaan Pepedan menjadikan hari ini cocok untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, Pepedan memberi pantangan agar masyarakat menghindari pembuatan peralatan dari bahan besi.
Meski sarat akan hari baik, terdapat beberapa pantangan yang perlu diperhatikan. Kehadiran Gagak Anungsang Pati melarang pelaksanaan upacara membakar mayat atau atiwa-tiwa (pitra yadnya).
Selain itu, pengaruh Kala Dangu menandakan hari yang kurang baik untuk mengawali suatu pekerjaan baru, pindah tempat tinggal, maupun melakukan perjalanan jauh.
Adapun susunan wariga untuk hari ini mencakup Pararasan Laku Surya, Pancasuda Tunggak Semi, Ekajalaresi Dahat Kingking, serta Pratiti Bhawa. (Kab/Red)