KABARBALI.ID – Umat Hindu di Bali selalu memegang teguh konsep Ala-Ayuning Dewasa atau kalkulasi hari baik dan buruk berdasarkan sistem penanggalan tradisional Bali (Wariga) sebelum melangsungkan suatu kegiatan, pekerjaan, maupun upacara keagamaan.
Berdasarkan perhitungan Kalender Bali, pada Rabu, 5 Agustus 2026 tercatat sejumlah wariga atau padewasan yang patut dicermati masyarakat, baik mengenai potensi kebaikan (dewasa ayu) maupun pantangan (ala).
Secara umum, hari ini dinilai sangat baik untuk merencanakan pembangunan rumah tinggal dan membuat peralatan penangkap ikan, namun sangat tidak dianjurkan untuk menyelenggarakan upacara yadnya, menggelar rapat resmi, maupun berenggama.
Berikut adalah perincian lengkap unsur wariga dan artinya untuk panduan beraktivitas masyarakat:
Kala Empas Munggah: Baik untuk memulai pembangunan rumah. Namun, tidak baik untuk memetik buah-buahan (Alahing dewasa 4).
Kala Jangkut: Sangat baik untuk membuat alat penangkap ikan seperti pencar dan jaring, serta membuat senjata (Alahing dewasa 4).
Pepedan: Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan berbahan besi (Alahing dewasa 3).
Dadig Krana: Baik untuk menanam tebu dan mentimun. Tidak baik untuk melangsungkan upacara yadnya, mengadakan pertemuan/rapat, serta berenggama (Alahing dewasa 2).
Kala Luang: Baik untuk membuat terowongan serta menanam ketela atau tanaman umbi-umbian (Alahing dewasa 3).
Sri Tumpuk: Baik untuk berburu atau memikat burung (Alahing dewasa 4).
Kajeng Uwudan: Tidak baik untuk menanam maupun memetik tanaman (Alahing dewasa 2).
Kala Sor: Tidak baik untuk pekerjaan yang berhubungan langsung dengan tanah, seperti membajak, bercocok tanam, atau membuat terowongan (Alahing dewasa 3).
Kala Suwung: Tidak baik untuk dewasa ayu (memulai hal mulia) dan melakukan kunjungan (Alahing dewasa 3).
Sarik Agung: Mengindikasikan tidak baik untuk memulai segala jenis pekerjaan besar/penting (Alahing dewasa 3).
Adapun kombinasi perhitungan astronomi dan spiritual Bali pada Rabu (5/8/2026) mencakup:
Pararasan: Aras Tuding (Memiliki sifat sering ditunjuk atau diperhatikan, cocok untuk kepemimpinan namun perlu kehati-hatian dalam bertindak).
Pancasuda: Satria Wibawa (Mengindikasikan keluhuran, kewibawaan, dan kemuliaan).
Ekajalaresi: Buat Merang.
Pratiti: Widnyana.
Memahami ala-ayuning dewasa membantu masyarakat Bali hidup selaras dengan alam dan norma spiritual agar setiap usaha serta kegiatan yang dijalankan mendatangkan keselamatan dan kelancaran. (Kab).