

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Klungkung hingga pertengahan September 2026 mencatatkan capaian positif.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Klungkung, I Nyoman Susanta, S.T., M.T., memaparkan bahwa per 15 September 2026 total pencapaian PAD Klungkung telah menyentuh angka Rp339, 6 miliar lebih atau sebesar 55,91 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp 607,4 M lebih.
“Pergerakan positif PAD ini didorong oleh pertumbuhan penerimaan di sejumlah sektor vital, mulai dari pajak daerah, retribusi, hingga hasil pengelolaan kekayaan daerah,” paparnya Selasa (15/9/2026).
Dalam rinciannya, penerimaan dari sektor pajak daerah telah terealisasi sebesar Rp134,72m lebih atau 56,48 persen dari target Rp 238,52 miliar.
“Pada periode awal hingga pertengahan September, pajak daerah mencatatkan penambahan sebesar Rp 4,29 miliar yang didorong oleh kontribusi pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) jasa perhotelan sebesar Rp 1,18 miliar serta PBJT makanan dan minuman sebesar Rp 938,36 juta,” tegasnya.
Untuk retribusi daerah melonjak signifikan dengan tambahan sebesar Rp 36,49 miliar pada periode yang sama, sehingga totalnya mencapai Rp 178, 93 M (50,01 persen dari target Rp 357,76 miliar).
“Lonjakan retribusi ini didorong kontribusi terbesar dari retribusi pelayanan kesehatan yang bertambah hingga Rp 32,86 miliar, serta retribusi tempat rekreasi dan olahraga yang bertambah Rp 2,88 miliar,” urai Susanta.
Capaian impresif juga ditunjukkan oleh dua kelompok PAD lainnya yang berhasil melampaui target tahunan.
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tercatat mencapai Rp 9,68 M atau 120,98 persen dari target awal Rp 8,00 Miliar.
Sedangkan kelompok lain-lain PAD yang sah mencatatkan lonjakan tajam hingga 514,88 persen dengan realisasi mencapai Rp16, 35 M lebih dari target yang ditetapkan sebesar Rp 3,18 Miliar.
“Kami di BPKPD terus optimistis penerimaan PAD akan semakin optimal hingga akhir tahun anggaran 2026 mendatang seiring dengan peningkatan kepatuhan dan intensifikasi sektor-sektor pendapatan daerah,” tegasnya.
Pun demikian melihat tren hingga pertengahan September ini yang sangat positif patut disyukuri. “Capaian 100 persen hingga akhir tahun ini tantangannya cukup berat, kami akan tetap berupaya semaksimal mungkin untuk menggenjot sisa potensi pendapatan yang ada di sisa waktu ini,” pungkasnya. (Sta-Kab).