

DENPASAR, KABARBALI.ID – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungan penuh terhadap pencalonan (bidding) Bali sebagai tuan rumah ajang medis bergengsi tingkat dunia, World Congress of Dermatology (WCD) 2031.
Dukungan tersebut disampaikan Koster saat menerima japoran pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) di Jayasabha, Denpasar, Selasa (15/9/2026).
Ketua Umum PERDOSKI Periode 2024–2027, dr. Hanny Nilasari, memaparkan bahwa Indonesia tengah bersiap mengikuti proses bidding yang akan digelar pada 2027 mendatang di Meksiko. Dalam ajang pemilihan tersebut, Indonesia mengajukan Bali untuk bersaing menghadapi lima negara kandidat lainnya.
“Kami mohon dukungan Pak Gubernur agar Bali, Indonesia, bisa menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini. Apabila terpilih, WCD 2031 diperkirakan hadir lebih dari 12.000 peserta internasional, belum termasuk pendamping,” ujar dr. Hanny Nilasari.
Gubernur Koster menyambut hangat inisiatif PERDOSKI dan memastikan Pemerintah Provinsi Bali siap menerbitkan surat rekomendasi resmi serta memenuhi berbagai dokumen pendukung untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.
“Tentu saya dukung penuh. Saya berikan rekomendasi untuk itu. Apa-apa yang diperlukan untuk persaingan World Congress of Dermatology, sampaikan ke Pemprov,” tegas Wayan Koster.
Menurut Koster, kehadiran belasan ribu dokter spesialis, peneliti, dan akademisi dari mancanegara tidak hanya memperkuat sektor pariwisata medis dan industri MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions), tetapi juga memberikan dampak ekonomi secara menyeluruh bagi masyarakat Bali.
Koster merasa optimis Bali memiliki modal kuat untuk memenangkan proses bidding WCD 2031. Optimisme ini berpijak pada rekam jejak Bali yang terbukti sukses menggelar berbagai gelaran dunia berskala mega, seperti KTT G20 hingga World Water Forum (WWF) ke-10 pada 2024.
“Pada World Water Forum 2024 lalu, dari 36 negara pemilik hak suara, hanya enam negara yang tidak memilih Bali. Ini bukti kepercayaan dunia luar biasa terhadap fasilitas, infrastruktur, lan daya tarik budaya Bali,” jelas Koster.
Selain kesiapan fasilitas konvensi internasional, Koster menilai keindahan alam dan kekayaan budaya Pulau Dewata menjadi nilai plus yang sulit ditandingi oleh negara-negara pesaing.
Penyelenggaraan WCD 2031 diharapkan dapat memperkuat jejaring kesehatan internasional, mentransfer ilmu pengetahuan kepada dokter spesialis di tanah air, serta makin mengukuhkan posisi Bali sebagai pusat kegiatan ilmiah dunia. (Rls-Kab).