

KABARBALI.ID – Bagi umat Hindu di Bali yang berencana melangsungkan berbagai kegiatan penting, memperhatikan petunjuk hari baik atau Ala-Ayuning Dewasa merupakan langkah penting untuk menghindari kesialan serta mengharapkan kerahayuan.
Berdasarkan wariga untuk Jumat, 30 Oktober 2026, terdapat sejumlah ketentuan khusus mengenai hal-hal yang baik maupun yang pantang untuk dikerjakan.
Berdasarkan data wariga hari ini, beberapa unsur dewasa yang perlu dicermati antara lain:
Bojog Munggah (Alahing dewasa 4): Dinyatakan tidak baik untuk memulai kegiatan bercocok tanam seperti menanam padi maupun jagung.
Carik Walangati (Alahing dewasa 3): Merupakan hari pantangan untuk melaksanakan upacara pernikahan atau wiwaha, upacara Pitra Yadnya seperti atiwa-tiwa/ngaben, serta memulai pembangunan rumah.
Salah Wadi (Alahing dewasa 3): Umat diimbau untuk menghindari pelaksanaan upacara Manusa Yadnya (seperti pernikahan, mapendes, potong rambut) maupun Pitra Yadnya (penguburan, ngaben, nyekah, ngasti, dan sejenisnya).
Naga Naut (Alahing dewasa 1): Masuk dalam kategori dewasa yang tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting atau dewasa ayu.
Kendati terdapat sejumlah pantangan, hari ini juga memuat beberapa unsur dewasa yang baik untuk pekerjaan tertentu, di antaranya:
Dauh Ayu & Kala Panyeneng: Sangat baik untuk membuat peraturan, awig-awig, undang-undang, serta membuat tempat penyimpanan harta benda.
Kala Dangastra & Kala Ngadeg: Baik untuk membangun tembok pekarangan, membuat pintu gerbang, pagar, sangkar ayam, hingga membuat bendungan air.
Kala Sapuhau: Sangat baik untuk membuat aneka peralatan pertanian tradisional seperti garu, tulud, dan bajak (tenggala), meski di sisi lain tidak baik untuk kegiatan membangun gedung/rumah.
Kala Wikalpa: Baik dimanfaatkan bagi yang ingin membuat keris atau senjata tajam sejenis.
Kala Gotongan: Baik untuk memulai suatu usaha baru, namun tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat.
Selain dewasa di atas, hari Jumat (30/10/2026) ini juga dipengaruhi oleh beberapa unsur penunjang kehidupan:
Pararasan: Laku Bulan
Pancasuda: Wisesa Segara
Ekajalaresi: Tininggalin Suka
Pratiti: Tresna
Dengan panduan Ala-Ayuning Dewasa ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam merencanakan setiap kegiatan agar berjalan lancar, selamat, serta meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. (Kab/Red).