KABARBALI.ID – Umat Hindu di Bali senantiasa menggunakan Ala-Ayuning Dewasa atau perhitungan kalender tradisional Bali sebagai pedoman penentuan hari baik (dewasa ayu) sebelum melaksanakan berbagai aktivitas harian, pembangunan, maupun upacara keagamaan.
Berdasarkan perhitungan wariga Bali, pada Rabu, 12 Agustus 2026 (Rabu Pon), penanggalan Bali dipengaruhi oleh unsur Pararasan: Aras Kembang, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Kinasihaning Jana, dan Pratiti: Sadayatana.
Secara umum, hari ini sangat baik untuk melaksanakan upacara potong rambut, membuat bangunan suci, melantik pejabat, hingga membuat bendungan. Namun, hari ini memiliki pantangan untuk penyelenggaraan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.
Berikut rincian lengkap Ala-Ayuning Dewasa untuk Rabu, 12 Agustus 2026:
Cintamanik: Sangat baik untuk melaksanakan upacara potong rambut.
Dasa Guna: Baik untuk merencanakan atau memulai pembuatan bangunan suci, serta pelantikan pengurus maupun pejabat.
Banyu Urug: Baik untuk pekerjaan infrastruktur air, seperti membuat bendungan.
Kala Atat: Baik untuk membuat tali, tali pancing, pekerjaan anyam-anyaman, serta membuat jerat atau penangkap hewan.
Kala Upa: Baik untuk mulai mengambil atau memelihara ternak (wewalungan).
Pamacekan: Baik untuk mengerjakan lahan pertanian (sawah atau tegalan) serta membuat tombak penangkap ikan.
Titibuwuk: Baik untuk pengobatan alternatif, khususnya menghilangkan penyakit akibat guna-guna atau pengaruh mistis sejenisnya.
Salah Wadi: Tidak baik untuk melaksanakan upacara Manusa Yadnya (seperti pernikahan/wiwaha, potong gigi/mapendes, potong rambut bayi, dll.) serta Pitra Yadnya (penguburan, ngaben, nyekah, atau ngasti).
Kala Dangu: Tidak baik untuk memulai pekerjaan baru yang penting, pindah tempat, maupun bepergian jauh.
Kala Rumpuh & Kala Bangkung / Kala Nanggung: Tidak baik untuk pindah rumah, serta memulai memelihara hewan ternak baru seperti ayam, itik, sapi, kerbau, kambing, atau babi.
Banyu Urug: Tidak baik untuk menggali atau membuat sumur.
Pamacekan & Titibuwuk: Tidak baik untuk melaksanakan upacara yadnya, melakukan perjalanan penting, serta membuat tangga (banggul).
Umat diimbau untuk bijak menyikapi perhitungan hari baik ini dan menyesuaikannya dengan kebutuhan serta kearifan lokal (desa kala patra) di wilayah masing-masing. (Kab).