KABARBALI.id — Mengacu pada sistem perhitungan Wariga kuno yang menjadi tuntunan harian masyarakat Hindu di Bali, hari Selasa, 2 Juni 2026 memiliki konstelasi energi bhuwana alit dan bhuwana agung yang sangat spesifik.
Berdasarkan perhitungan kalender Bali, hari ini membawa kombinasi beberapa indikator penentu baik-buruknya hari (ala-ayuning dewasa) untuk melakukan suatu pekerjaan.
Bagi semeton yang hendak melakukan aktivitas konstruksi, pertanian, maupun mengawali kepengurusan organisasi, berikut adalah draf panduan ala-ayuning dewasa yang berlaku:
Kala Wisesa (Alahing Dewasa 4): Hari ini memiliki nilai positif yang sangat kuat untuk urusan kehutanan dan arsitektur tradisional. Sangat baik digunakan untuk menebang pohon yang akan dijadikan bahan kayu bangunan (agar awet dan tidak mudah lapuk). Selain itu, Kala Wisesa juga memberikan energi yang bagus untuk memulai suatu kegiatan baru (memulai kerja/proyek) serta sangat disarankan untuk agenda pengangkatan atau pelantikan petugas/pengurus.
Bojog Munggah (Alahing Dewasa 4): Dilarang keras atau tidak baik digunakan untuk melakukan aktivitas penanaman komoditas pangan utama, khususnya menanam padi dan jagung.
Kala Sor (Alahing Dewasa 3): Energi bumi sedang berada di bawah, sehingga tidak baik untuk melakukan pekerjaan yang berhubungan langsung dengan tanah. Semeton diimbau untuk menunda kegiatan membajak sawah/ladang, bercocok tanam, maupun membuat terowongan/galian tanah.
Purwanin Dina (Alahing Dewasa 4): Merupakan hari pantangan secara umum. Berdasarkan hukum wariga, Purwanin Dina tidak baik dipilih sebagai dewasa ayu untuk menggelar upacara-upacara sakral atau kegiatan besar yang membutuhkan kesucian hari.
Untuk melengkapi pemahaman wariga harian Anda, berikut adalah elemen makrokosmos yang menaungi hari Selasa ini:
Pararasan — Aras Tuding: Memiliki karakter yang tegas, berani, namun perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan instan agar tidak salah melangkah atau memicu kesalahpahaman.
Pancasuda — Sumur Sinaba: Membawa aura positif berupa kelimpahan wawasan. Hari ini sangat baik untuk mencari ilmu pengetahuan, berdiskusi, atau meminta nasihat kepada orang tua/senior, karena tempat ini diibaratkan sebagai sumber air yang memberi kehidupan.
Ekajalaresi — Patining Amerta: Mengindikasikan adanya perlindungan energi kehidupan, baik untuk menjaga kesehatan batin dan melakukan refleksi diri.
Pratiti — Separsa: Merupakan bagian dari hukum sebab-akibat (Paticcasamuppada) dalam filsafat spiritual, yang mengarah pada penguatan indra peraba atau kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Bagi semeton yang bergerak di sektor pertanian, ada baiknya mengalihkan fokus kerja besok untuk melakukan perawatan alat atau perencanaan strategi, dan manfaatkan energi Kala Wisesa jika ada kebutuhan untuk menyiapkan bahan kayu bangunan. (Kab).