

KABARBALI.ID – Berdasarkan perhitungan wariga lan kalender Bali, hari Senin, 21 September 2026 (Soma), memiliki tatanan Ala-Ayuning Dewasa atau hari baik dan pantangan untuk merencanakan suatu aktivitas keagamaan, sosial, maupun pertanian.
Secara umum, padewasan hari ini dipengaruhi oleh unsur Pararasan: Laku Angin, Pancasuda: Tunggak Semi, Ekajalaresi: Buat Kemeranaan, serta Pratiti: Widnyana.
Bagi semeton Bali yang hendak melaksanakan suatu kegiatan atau yadnya, berikut rincian padewasan lengkap untuk Senin, 21 September 2026:
Dewa Yadnya lan Pemujaan (Amerta Dadi, Kala Buingrau): Sangat baik untuk menggelar upacara Dewa Yadnya, pemujaan terhadap leluhur, serta memuja pitra.
Memulai Usaha lan Pertanian (Ayu Badra, Pepedan, Taliwangke): Baik untuk mengawali usaha baru, bercocok tanam, membuka lahan pertanian baru, merawat irigasi (Lebur Awu), serta memasang tali penghambat atau memperbaiki pagar kebun.
Kerajinan lan Pertukangan (Kala Wikalpa, Kala Buingrau): Baik untuk membuat keris, senjata sejenisnya, menebang kayu, serta membuat bubu penangkap ikan.
Manusa Yadnya lan Pawiwahan (Carik Walangati, Lebur Awu, Salah Wadi, Kaleburau): Tidak baik untuk melaksanakan upacara pernikahan/pawiwahan, mapendes, potong rambut, maupun mengadakan pertemuan/acara besar.
Pitra Yadnya lan Ngaben (Carik Walangati, Kaleburau, Salah Wadi): Sangat tidak disarankan untuk menggelar upacara atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, maupun penguburan jenazah.
Pembangunan Rumah lan Kesehatan (Carik Walangati, Kala Buingrau, Lebur Awu, Kala Sudukan): Tidak baik untuk mulai membangun rumah, mengatapi rumah, serta memindahkan orang sakit.
Hubungan Suami Istri (Sampar Wangke): Dipantangkan untuk bersenggama/berhubungan suami istri karena dikhawatirkan membawa kemalangan. (Kab/Red).