KABARBALI.ID – Penentuan hari baik (dewasa ayu) berdasarkan sitem wariga masih menjadi pilar utama masyarakat Bali sebelum melaksanakan aktivitas harian, membangun fisik, maupun menggelar upacara keagamaan. Untuk hari Senin, 8 Juni 2026, kalender Bali mencatat sejumlah kombinasi naskah ala-ayuning dewasa yang didominasi oleh larangan untuk menggelar upacara besar (karya ayu), namun sangat baik untuk pemujaan leluhur.
Berdasarkan perhitungan spiritual harian, Senin ini dipengaruhi oleh karakter Pararasan: Laku Angin, Pancasuda: Tunggak Semi, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, dan Pratiti: Jaramerana. Kombinasi ini membawa energi yang dinamis namun menuntut kewaspadaan ekstra karena adanya beberapa pengaruh kala yang bersifat buas.
Bagi semeton yang berencana melaksanakan upacara keagamaan atau aktivitas fisik, berikut adalah rincian panduan ala-ayuning dewasa untuk Senin, 8 Juni 2026:
Keagamaan & Spiritual: Hari ini dinaungi oleh Amerta Dadi (Alahing dewasa 4), yang artinya hari yang sangat baik untuk melaksanakan upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur. Selain itu, ada pengaruh Sri Murti yang sangat baik untuk mempersembahkan yadnya khusus kepada Dewi Sri di lumbung padi/tempat penyimpanan beras.
Pekerjaan Fisik & Kelautan: Melalui pengaruh Banyu Urug, hari ini baik untuk membuat bendungan. Sementara itu, indikator Kala Buingrau dan Kala Dangastra memberikan ruang yang baik untuk menebang kayu, membuat bubu, memahat taji atau keris (Kala Ngruda), membangun tembok pekarangan rumah, serta membuat alat-alat penangkap ikan.
Aktivitas Lain: Pengaruh Sri Tumpuk membuat hari ini baik untuk mencari atau memikat burung.
Pantangan Manusa Yadnya & Pitra Yadnya: Hari ini sangat tidak disarankan untuk menggelar upacara pernikahan (wiwaha), potong gigi (mapendes), potong rambut, maupun upacara kematian seperti penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, dan ngasti. Hal ini dikarenakan adanya benturan energi negatif dari Carik Walangati, Salah Wadi, dan Kaleburau.
Konstruksi Rumah & Sumur: Melalui indikator Banyu Urug, semeton dilarang keras mulai menggali sumur hari ini. Selain itu, indikator Kala Buingrau dan Carik Walangati juga melarang aktivitas membangun rumah baru atau mengatapi rumah.
Memulai Hal Penting: Kehadiran Panca Prawani, Kala Dangastra, dan Kala Siyung menegaskan bahwa hari ini mengandung pengaruh buas dan godaan rintangan yang kuat. Semeton diimbau tidak memulai pekerjaan yang sangat penting atau menggelar ritual yadnya dalam skala besar agar terhindar dari halangan sakit keras.
Untuk memudahkan pencarian cepat, berikut adalah rangkuman klasifikasi kegiatan:
Sektor Pembangunan: Baik untuk tembok pekarangan dan bendungan. Buruk untuk sumur, pondasi rumah, dan atap rumah.
Sektor Yadnya: Baik untuk pemujaan leluhur/Dewa Yadnya kecil dan persembahan kepada Dewi Sri. Buruk untuk Ngaben, Pernikahan, Mapendes, dan Yadnya besar.
Sektor Kerajinan & Berburu: Baik untuk membuat alat pancing, taji, keris, menebang kayu, dan memikat burung.
Masyarakat diharapkan tetap bijak dan waspada dalam menyikapi dinamika hari ini, serta selalu mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas. (Kab).