KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Klungkung mulai memasang alarm kewaspadaan tinggi menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang dijuluki sebagai “El Nino Godzilla”. Fenomena anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik ini diprediksi akan memicu kemarau panjang serta lonjakan suhu udara yang drastis mulai April hingga Oktober 2026.
Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh perangkat daerah dan masyarakat untuk bersiap menghadapi potensi krisis air bersih, kekeringan lahan pertanian, hingga risiko kebakaran hutan dan permukiman.
“Prediksi kemarau kali ini tidak biasa. Saya meminta seluruh jajaran hingga tingkat desa untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah mitigasi sejak dini,” tegas Bupati Satria, Rabu (15/4/2026).
Kepala BPBD Klungkung, Putu Widiada, menyoroti risiko kebakaran sebagai ancaman utama. Ia meminta masyarakat untuk sangat berhati-hati dan menghindari aktivitas yang dapat memicu api di lahan kering.
Senada dengan hal tersebut, Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Dewa Putu Suwarbawa, memastikan personel pemadam kebakaran disiagakan 24 jam penuh, termasuk di wilayah kepulauan Nusa Penida. Meski demikian, ia mengakui adanya tantangan teknis terkait ketersediaan sumber air.
“Kami mengantisipasi keterbatasan sumber air karena di Klungkung belum tersedia hydrant khusus. Saat ini sumber air pemadam masih mengandalkan sungai,” jelas Dewa Suwarbawa.
Sektor pertanian juga menjadi perhatian serius karena kekeringan dapat mengganggu produksi pangan lokal. Pemerintah mendorong petani untuk mulai beralih ke varietas tanaman yang lebih tahan kekeringan (xerophytic) serta melakukan optimalisasi sistem irigasi.
Di sisi layanan air bersih, Perumda PDAM Panca Mahottama telah menyiapkan skema darurat. Direktur Perumda, Nyoman Renin Suyasa, menyatakan pihaknya tengah melakukan pemetaan sumber air cadangan dan menyiagakan armada tangki air untuk distribusi ke wilayah terdampak paling parah.
“Kami juga fokus pada perbaikan jaringan pipa untuk meminimalkan kebocoran agar kapasitas produksi yang ada bisa terserap maksimal oleh masyarakat,” ujar Renin.
Pemkab Klungkung mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih dan segera melaporkan potensi bencana atau titik api melalui layanan darurat HALO BPBD di nomor (0366) 23000. (Sta-Kab).