KABARBALI.ID – Bagi krama Hindu di Bali, menentukan hari baik atau dewasa ayu sebelum melaksanakan sebuah kegiatan atau upacara keagamaan adalah hal yang sangat krusial.
Berdasarkan penanggalan wariga Bali, hari Kamis, 11 Juni 2026, tercatat sebagai hari yang didominasi oleh unsur pembatasan (alahing dewasa), sehingga tidak direkomendasikan untuk menggelar upacara-upacara besar.
Salah satu indikator utama pada hari ini adalah munculnya Carik Walangati. Dalam pakem ilmu wariga, unsur ini memiliki sifat yang kurang baik (negatif) tingkat tiga (Alahing dewasa 3). Dampaknya, krama disarankan untuk tidak melangsungkan upacara pernikahan (wiwaha), upacara kematian (atiwa-tiwa/ngaben), maupun memulai proyek pembangunan rumah tinggal.
Larangan tersebut diperkuat oleh kehadiran Salah Wadi. Keberadaan unsur ini menegaskan pantangan mutlak untuk menyelenggarakan upacara bertema Manusa Yadnya seperti pernikahan, mapendes (potong gigi), hingga potong rambut. Tidak hanya itu, rumpun Pitra Yadnya seperti penguburan jenazah, ngaben, nyekah, hingga ngasti juga wajib dihindari pada hari ini.
Kondisi hari yang kurang ideal untuk menggelar hajatan besar ini juga dipengaruhi oleh kedatangan Kala Temah dan Naga Naut, yang secara tegas menyatakan bahwa hari tersebut tidak baik untuk dijadikan dewasa ayu atau hari baik pelaksanaan kegiatan suci.
Namun demikian, di balik rentetan pantangan besar tersebut, hari Kamis ini tetap memiliki sisi positif atau ayuning dewasa untuk aktivitas agraris dan pemeliharaan lingkungan tempat tinggal.
Hari ini bertepatan dengan Taliwangke, sebuah ruang waktu yang dinilai sangat baik untuk memasang tali penghambat hama di sawah atau perkebunan. Krama juga bisa memanfaatkan momen ini untuk memperbaiki pagar rumah yang rusak, serta membuat tali pengikat untuk padi maupun benda-benda mati lainnya.
Meskipun ramah terhadap aktivitas pertanian, Taliwangke membawa pantangan industri rumah tangga. Hari ini tidak baik digunakan untuk mulai mengerjakan benang tenun serta dilarang keras membuat tali pengikat ternak.
Di sisi lain, jika ditinjau dari aspek personalitas batiniah, hari ini sejatinya membawa pancaran energi yang cukup menyeenangkan. Melalui kombinasi Pararasan: Aras Kembang dan Pancasuda: Tunggak Semi, hari ini diyakini membawa aura karisma yang baik bagi individu.
Hal ini didukung penuh oleh penanda Ekajalaresi: Manggih Suka yang berarti menemukan kebahagiaan, serta Pratiti: Tresna yang melambangkan pertumbuhan cinta kasih serta keharmonisan dalam komunikasi personal di kehidupan sehari-hari. (Kab).