Atasi Banjir Kusamba, Bupati Klungkung Kebut Normalisasi Sungai Candigara: Bakal Ditata Jadi Spot Mancing dan Wisata UMKM

Bupati Klungkung I Made Satria meninjau langsung normalisasi Sungai Candigara di Kampung Kusamba

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Klungkung bergerak cepat mengatasi persoalan banjir tahunan yang kerap merendam pemukiman warga di wilayah pesisir Kecamatan Dawan. Bupati Klungkung, I Made Satria, turun langsung meninjau progres proyek normalisasi Sungai Candigara di Desa Kampung Kusamba, Rabu (24/6/2026).

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan percepatan dan ketepatan teknis penanganan di lapangan. Pemkab Klungkung menargetkan seluruh rangkaian normalisasi sungai-sungai yang terindikasi memicu luapan air merendam rumah warga dapat tuntas dikerjakan dalam waktu 60 hari kerja.

Bupati I Made Satria menegaskan, komitmen pengentasan banjir ini dilakukan secara transparan dan hati-hati. Pihaknya merangkul masyarakat serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar patok pengerukan tidak menabrak lahan hak milik warga.

Tiga Tahap Taktis Pengerukan Sungai Candigara

Kepala BPBD Kabupaten Klungkung, I Putu Widiada, yang mendampingi bupati di lokasi menjelaskan bahwa normalisasi Sungai Candigara digarap secara sistematis melalui tiga tahapan utama:

• Tahap Pertama: Petugas melakukan pengerukan sedimen dan sampah mulai dari sebelah barat Polsek Dawan menuju ke arah utara. Memasuki hari ketiga, tim fokus pada pengangkutan material hasil kerukan ke tempat pengumpulan (disposal).

• Tahap Kedua: Pengerukan dilanjutkan di area instalasi pompa PDAM ke arah selatan yang masih berada di dalam cetak cetak aliran normalisasi, disusul pengangkutan material secara real-time.

• Tahap Ketiga: Pengerukan difokuskan pada sektor sebelah timur Bank BRI, yang dirangkaikan dengan pembuatan sodetan di Pantai Segara guna memperlancar pembuangan akhir aliran sungai langsung menuju ke laut.

Setelah merampungkan Sungai Candigara, BPBD Klungkung dijadwalkan langsung menggeser alat berat untuk menormalisasi kawasan Karangdadi, aliran lorong Desa Kusamba, serta alur sungai dari Desa Pikat menuju Yeh Banges yang selama ini kerap merendam areal persawahan subak petani.

Rencana Jangka Panjang: Disender BWS dan Disulap Jadi Objek Wisata

Agar proyek ini memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi warga Kampung Kusamba, Bupati Satria mengungkapkan rencana besar pasca-normalisasi fisik. Pemkab Klungkung akan berkoordinasi intensif dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida untuk pembuatan senderan permanen di sepanjang pinggiran sungai.

“Setelah dinormalisasi dan disender oleh BWS, Pemkab Klungkung baru masuk menata sesuai kewenangan masing-masing. Aliran sungai yang rapi ini akan ditata ulang agar ke depan bisa menjadi objek wisata baru dan tempat rekreasi seperti area memancing,” jelas Bupati Satria.

Melalui penataan bantaran sungai yang estetik, bupati berharap sektor UMKM lokal dapat tumbuh subur di sekitar lokasi. “Harapannya tempat ini menjadi produktif dan menghasilkan nilai ekonomi untuk desa, daerah, serta masyarakat setempat. Saya berharap ke depan masyarakat bisa tenang tanpa dihantui banjir lagi,” tegasnya.

Turut hadir mengawal peninjauan lapangan tersebut antara lain Camat Dawan I Dewa Gede Widiantara, Perbekel Kampung Kusamba, tokoh masyarakat, serta perwakilan instansi teknis terkait lingkungan Pemkab Klungkung. (Sta-Kab).

kabar Lainnya