Atasi Macet Canggu-Petitenget, Pemkab Badung Kebut Proyek Jalan Tembusan Subak Sari-Umalas Senilai Rp 74 Miliar

Pemkab Badung bangun jalan tembusan baru Subak Sari menuju Umalas senilai Rp 74 miliar

BADUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung tengah memprioritaskan pengerjaan proyek jalan tembusan baru yang menghubungkan kawasan wisata Tibubeneng menuju Umalas, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara. Infrastruktur strategis senilai puluhan miliar rupiah ini dibangun sebagai jalur alternatif guna mengurai simpul kemacetan akut yang kerap terjadi di koridor Canggu-Petitenget.

Proyek bertajuk pembangunan dan peningkatan jalan di koridor Subak Sari atau Batu Bolong, Umalas, hingga Jalan Semer tersebut menelan pagu anggaran mencapai Rp 74 miliar lebih. Dana pembangunan ini bersumber dari Pinjaman Daerah Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) Tahun Anggaran 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, I Nyoman R Karyasa, menjelaskan bahwa proyek ini ditargetkan selesai dalam hitungan bulan agar akses baru tersebut bisa segera dimanfaatkan oleh kendaraan publik.

“Kontrak pengerjaan sudah berjalan sejak 12 Mei 2026 lalu, dengan jangka waktu penyelesaian selama 210 hari kalender. Realisasi fisik di lapangan sendiri sudah mulai berproses sejak pertengahan Juni,” ujar Karyasa, Senin (29/6/2026).

Membelah Lahan Kosong hingga Penataan Trotoar Umalas

Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas alat berat saat ini difokuskan pada pemadatan lahan, terutama pada trase jalan baru yang membelah lahan kosong di kawasan komersial dekat Cafe del Mar, Jalan Subak Sari, Desa Tibubeneng. Jalur tembusan ini nantinya akan langsung menembus ke arah Umalas, Kerobokan Kelod.

Untuk memastikan kualitas proyek, teknis pengawasan di lapangan diserahkan penuh kepada PT Jakarta Rencana Selaras yang bekerja sama dengan PT Manik Tribuwana lewat skema Kerja Sama Operasional (KSO).

Sementara itu, pengerjaan di ruas Jalan Umalas Klecung menitikberatkan pada peningkatan kualitas struktur aspal dan pembuatan fasilitas pejalan kaki. Pekerja di lapangan tengah membangun fondasi trotoar baru di kedua sisi jalan yang saat ini progres penggaliannya telah mencapai lebih dari 700 meter. Jalur pedestrian ini nantinya akan tersambung langsung dengan jalan baru dari arah Subak Sari.

Karyasa berharap, kehadiran jalan tembusan terintegrasi ini menjadi jawaban nyata atas keluhan kemacetan yang kerap mengunci pergerakan wisatawan maupun warga lokal di kawasan wisata Canggu, Petitenget, dan sekitarnya.

Komitmen Anggaran Berpihak ke Infrastruktur Jalan

Langkah taktis penataan jalan ini selaras dengan penegasan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. Ia menyatakan bahwa fokus kebijakan dan porsi anggaran daerah kini mulai digeser secara signifikan untuk memperkuat infrastruktur jalan demi menjaga keberlanjutan sektor pariwisata.

“Isu kemacetan mulai saya lakukan sekarang. Mulai kebijakan pembangunan, kebijakan anggaran kita mulai berpihak kepada infrastruktur,” tegas Adi Arnawa saat pelantikan pejabat di lingkungan Pemkab Badung, Rabu (24/6/2026).

Menurut Adi Arnawa, daya tarik seni dan budaya Bali tidak akan cukup untuk mempertahankan minat kunjungan wisatawan jika aspek kenyamanan dan keamanan aksesibilitasnya terganggu oleh kemacetan.

Selain koridor Subak Sari-Umalas, Pemkab Badung juga telah memetakan tiga jalur vital lain di kawasan Badung Selatan untuk ditata. Ketiganya meliputi jalur penghubung Berawa/Batu Bolong menuju Teuku Umar Barat, akses Uluwatu menuju Melasti hingga Lingkar Selatan, serta rute Ayana menuju Uluwatu, Pecatu, Kuta Selatan. (Gus-Kab)

kabar Lainnya