Audit Keuangan Cepat, BPKAD Bali Luncurkan Inovasi Counter EETA

BPKAD Provinsi Bali meluncurkan Counter EETA Berbasis Web untuk otomasi penyusunan CaLK Audited 2025 demi mempertahankan opini WTP ke-13 kalinya.

DENPASAR, KABARBALI.ID — Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bali resmi meluncurkan inovasi sistem keuangan teranyar bernama Counter EETA Berbasis Web. Langkah ini diambil guna meningkatkan otomasi dan akurasi penyusunan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Audited Tahun Anggaran 2025.

Peluncuran inovasi tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) EETA Connect Episode 3 yang digelar secara hybrid di Ruang Rapat Adyasta Utama, Kantor Inspektorat Daerah Provinsi Bali, Selasa (26/5/2026). Agenda ini diikuti oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali serta perwakilan BPKAD Kabupaten/Kota se-Bali.

Kepala BPKAD Provinsi Bali, I Ketut Maduyasa, mengungkapkan bahwa intervensi sistem digital memberikan dampak perbaikan yang sangat terukur terhadap kualitas dan kepatuhan pelaporan keuangan di tingkat SKPD.

“Intervensi sistem ini terbukti memberikan dampak perbaikan yang nyata. Berdasarkan data evaluasi kepatuhan CaLK, penggunaan Counter EETA berhasil menekan jumlah SKPD dengan kategori ‘perlu perhatian lebih’ dari enam menjadi nol,” ujar Maduyasa dalam arahan utamanya.

Maduyasa merinci, pada fase unaudited sebelumnya, terdapat 13 SKPD yang masuk kategori perlu peningkatan dan 6 SKPD perlu perhatian lebih. Namun, pasca-implementasi sistem Counter EETA, angka tersebut menyusut drastis di mana kategori perlu peningkatan turun menjadi 9 SKPD, dan angka nihil untuk kategori perhatian lebih. Sementara itu, SKPD dengan predikat “cukup baik” melonjak naik dari 9 menjadi 11 SKPD.

Target Pengungkapan Layak dan Transisi dari Excel ke Python

Dalam fase penyusunan CaLK Audited 2025 ini, Maduyasa menekankan pentingnya adequate disclosure atau pengungkapan laporan keuangan yang memadai dan informatif. Seluruh jajaran administrasi keuangan diwajibkan menyusun pengungkapan yang selaras dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) serta indikator baku BPK RI.

Bimtek kali ini secara teknis difokuskan untuk memfasilitasi transisi platform kerja para staf akuntansi, dari yang semula berbasis manual lembar kerja (spreadsheet Excel) beralih ke Local Web Application berbasis bahasa pemrograman Python dan Flask.

Aplikasi Counter EETA Berbasis Web ini membawa sejumlah keunggulan taktis, antara lain:

• Pemrosesan Skala Besar: Mampu mengolah data jurnal akuntansi bervolume besar dalam hitungan detik.

• Akses Offline & Aman: Dapat dioperasikan tanpa jaringan internet demi menjaga keamanan data internal pemda.

• Otomasi Fitur Utama: Dilengkapi fitur Uji Prosedur Analitis (Uji PA) otomatis, pembuatan Tabel Penjelas Selisih LO-LRA otomatis, serta Tabel Mutasi Aset Tetap.

• Efisiensi Anggaran: Dibangun dengan teknologi open-source sehingga bebas dari beban biaya lisensi perangkat lunak.

Kawal Opini WTP ke-13 Kali Berturut-turut

Di hadapan perwakilan SKPD, peninjau dari Dewan Pimpinan Pusat IKANAS STAN, serta media massa, Maduyasa mengingatkan bahwa presisi data akuntansi mutlak diperlukan. Hal ini menjadi pertaruhan besar bagi Pemerintah Provinsi Bali yang tengah membidik opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-13 kalinya secara beruntun. (Rls-Kab).

kabar Lainnya