Badung Siapkan Strategi Hadapi Fluktuasi Harga Pangan Sambil Tanamkan Budaya Antikorupsi Sejak PAUD

Bupati Badung Adi Arnawa ikuti rakor inflasi nasional & peluncuran bahan ajar antikorupsi KPK.

BADUNG, KABARBALI.ID – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kegiatan ini diikuti secara daring dari Puspem Badung pada Senin (11/5/2026).

Langkah ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam menyelaraskan stabilitas ekonomi daerah dengan penguatan karakter integritas bagi generasi muda.

Stabilitas Ekonomi dan Integritas Bangsa

Dalam rakor yang dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ditekankan bahwa pengendalian inflasi harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter. Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menyebut sinergi pusat dan daerah adalah kunci menjaga kesejahteraan masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Ketua KPK RI Setyo Budiyanto menjelaskan bahwa bahan ajar antikorupsi yang diluncurkan merupakan peta jalan strategis untuk membangun budaya jujur sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Pendidikan antikorupsi harus ditanamkan sejak usia dini agar nilai-nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dapat tumbuh menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Setyo Budiyanto.

Komitmen Pemkab Badung

Bupati Adi Arnawa menyatakan bahwa stabilitas ekonomi dan penguatan karakter merupakan dua pilar utama pembangunan di Kabupaten Badung. Ia memastikan koordinasi dengan seluruh stakeholder akan terus diperkuat guna menjaga daya beli masyarakat dan transparansi pemerintahan.

“Stabilitas ekonomi daerah harus dijaga agar daya beli masyarakat tetap kuat, sekaligus membangun karakter generasi muda yang berintegritas sejak dini,” ujar Bupati Adi Arnawa usai mengikuti rakor.

Waspadai Fluktuasi Harga Pangan

Berdasarkan data BPS, inflasi nasional pada April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan. Komoditas seperti beras medium, minyak goreng curah, bawang merah, dan cabai rawit merah masih mengalami fluktuasi harga yang menjadi perhatian serius.(Gus-Kab).

kabar Lainnya