Bhikkhu Thailand-Borobudur Singgah di Banjar, Buleleng Bangga Jadi Bagian Misi Perdamaian Dunia

Bupati Sutjidra dan Gubernur Koster lepas perjalanan Bhikkhu IWFP 2026 di Brahmavihara Arama, Buleleng.

BULELENG, KABARBALI.ID – Pesan perdamaian dunia kembali dipancarkan dari tanah Bali. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna secara resmi melepas perjalanan suci para Bhikkhu dalam rangka Indonesia Walk For Peace (IWFP) Tahun 2026 di Wihara Brahmavihara Arama, Kecamatan Banjar, Jumat (8/5/2026).

Momentum sakral ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Agama RI Muhammad Syafi’i dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Perjalanan lintas negara dan daerah ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Waisak, membawa pesan harmoni di tengah keberagaman bangsa.

Simbol Perdamaian dari Bali untuk Dunia

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menegaskan bahwa IWFP bukan sekadar aktivitas fisik atau ritual keagamaan rutin. Menurutnya, perjalanan ini merupakan simbol perdamaian yang sangat kuat, terlebih Bali sering menjadi barometer toleransi internasional.

“Kegiatan ini membawa pesan perdamaian yang dipancarkan dari Bali dan akan melintasi empat provinsi. Kami yakin kegiatan ini akan menjadi perhatian masyarakat dunia,” ujar Koster.

Lintasi Thailand hingga Borobudur

Para Bhikkhu yang mengikuti IWFP 2026 ini menempuh rute internasional yang cukup panjang. Dimulai dari Thailand, para peserta singgah di Bali untuk bermalam di Brahmavihara Arama sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Jawa Timur, Jawa Tengah, dan mengakhiri perjalanan suci tersebut di Candi Borobudur.

Wakil Menteri Agama RI, Muhammad Syafi’i, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan IWFP. Ia menilai kegiatan ini merupakan manifestasi nyata dari nilai-nilai luhur Nusantara yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

“Semua ajaran agama mengajarkan pengendalian diri dan menebarkan kasih sayang. Dukungan dari kepala daerah dengan latar belakang agama yang berbeda-beda dalam kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa toleransi di Indonesia sudah mendarah daging,” jelas Wamenag Syafi’i. (Kar-Kab). 

kabar Lainnya