Buka Pekan Literasi Klungkung 2026, Bupati Satria Soroti Tantangan Pendidikan Modern dan Adaptasi AI

Pembukaan Pekan Literasi dan Pendidikan Klungkung 2026 di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Sabtu (6/6/2026). foto/ist

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Klungkung resmi membuka Pekan Literasi dan Pendidikan Tahun 2026. Event tahunan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno ini dipusatkan di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Sabtu (6/6/2026).

Mengusung tema Wirasana Biravartha yang bermakna Bersikap Pahlawan, Keberanian, dan Kekuatan untuk Menumbuhkan Jiwa Hebat, Unggul, dan Bersinar, festival ini dirancang khusus untuk mendongkrak minat baca serta meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Bumi Serombotan.

Bupati Klungkung, I Made Satria, dalam sambutannya menegaskan bahwa esensi literasi di era modern telah bergeser melampaui sekadar kemampuan mengeja atau membaca teks. Literasi merupakan instrumen krusial dalam membentuk nalar dan daya saing generasi muda.

“Literasi adalah fondasi utama dalam membangun generasi yang berkualitas. Melalui literasi, kita mengasah kemampuan berpikir kritis, memperluas cakrawala berpikir, dan mendongkrak kualitas diri. Pekan ini harus menjadi momentum kuat untuk memotivasi siswa dan seluruh ekosistem sekolah agar semakin mencintai aktivitas membaca, menulis, dan belajar,” tegas Bupati Satria.

Di hadapan undangan yang hadir, Bupati Satria juga menyoroti lanskap dunia pendidikan modern yang kian kompleks. Ia mengingatkan para tenaga pendidik untuk siap beradaptasi dengan disrupsi teknologi, termasuk integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dalam sistem pengajaran, pemerataan akses teknologi, hingga transformasi peran guru menjadi fasilitator karakter.

Oleh karena itu, pembentukan karakter berbasis literasi harus dilakukan secara masif. Menurutnya, sebuah kebudayaan tidak bisa lahir secara instan, melainkan dari pembiasaan yang konsisten.

“Budaya itu lahir dari kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dan berulang. Oleh karena itu, lakukan gerakan membiasakan membaca ini tanpa putus hingga benar-benar mengakar menjadi budaya baca di sekolah dan masyarakat,” imbuhnya.

Sajikan 14 Rangkaian Acara Selama Tiga Hari

Sementara itu, Ketua Panitia Drs. I Ketut Sujana melaporkan bahwa Pekan Literasi dan Pendidikan 2026 ini akan berlangsung selama tiga hari, yakni dari tanggal 6 hingga 8 Juni 2026. Guna memikat keterlibatan generasi muda dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi, panitia telah menyiapkan 14 rangkaian kegiatan edukatif dan atraktif.

Agenda tersebut meliputi Lomba Bertutur, Talkshow Literasi Budaya, Talkshow Literasi Keuangan dan Kewirausahaan, Bedah Buku, hingga Lomba Video Konten. Kemeriahan juga didukung oleh aspek seni dan olahraga, seperti Lomba Drumband, Tari Puspanjali Anak PAUD, Parade Baleganjur SD, Jalan Sehat lintas jenjang, hingga pameran hasil pendidikan dan produk unggulan UMKM lokal.

Pada prosesi pembukaan, Bupati Satria turut menyerahkan penghargaan kepada tokoh masyarakat dan lembaga yang berdedikasi bagi pendidikan Klungkung. Acara juga dimeriahkan dengan peluncuran (launching) Sekaa Gong Gita Handayani Mahottama yang mengiringi Tari Widya Mahottama.

Usai membuka acara secara resmi, Bupati Klungkung bersama jajaran—termasuk Raja Klungkung Ida Dalem Semara Putra, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, dan Ketua TP PKK Ny. Eva Satria—langsung meninjau langsung stan pameran Kearsipan dan produk kreatif milik UMKM lokal. (Sta-Kab).

kabar Lainnya