KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Aksi kemanusiaan konsisten ditunjukkan oleh anggota DPRD Klungkung dari Fraksi Gerindra, I Wayan Suarta, S.E., M.A.P.
Politikus asal Nusa Penida ini tampak rutin mendatangi berbagai rumah sakit di Bali daratan hanya untuk memberikan dukungan moril bagi warganya yang sedang menjalani perawatan intensif.
Aksi ini menarik perhatian karena dilakukan secara kontinyu, melintasi batas-batas pilihan politik di masa lalu.
Pria kelahiran 8 Oktober 1969 ini menegaskan bahwa apa yang dilakukannya murni datang dari panggilan nurani sebagai putra daerah Nusa Penida.
Baginya, melihat warga yang sedang berjuang melawan sakit adalah momentum untuk hadir sebagai sesama manusia, bukan sebagai pejabat yang sedang mencari suara.
“Setiap ada warga Nusa Penida yang saya ketahui sedang dalam perawatan, sebisa mungkin saya sempatkan hadir. Setidaknya memberikan dukungan moril agar mereka semangat untuk sembuh. Ini murni nurani, tidak ada maksud atau tujuan politik apa pun,” tegas pria asal Desa Sekartaji ini, Rabu (13/5/2026).
Suarta, yang meraup 4.159 suara pada Pileg 2029 lalu, menekankan bahwa dalam urusan kemanusiaan, ia tidak pernah membeda-bedakan latar belakang warga, apalagi pilihan politik mereka. Baginya, status sebagai anggota DPRD Klungkung periode kedua adalah amanah yang harus dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat melalui berbagai cara, termasuk kepedulian sosial.
“Ini bagian kecil dari apa yang sudah saya dapatkan selama dipercaya menjadi anggota dewan. Membantu memberikan semangat kepada yang sakit adalah tanggung jawab moral saya sebagai bagian dari keluarga besar Nusa Penida,” tambahnya.
Meski aktif di jalur kemanusiaan, pria yang kini memasuki periode kedua di legislatif ini tetap tak melupakan fungsi utamanya di gedung dewan. Urusan pembangunan dan aspirasi konstituen tetap menjadi prioritas yang terus dikawal melalui forum legislatif.
“Kalau urusan pembangunan dan aspirasi warga Nusa Penida di forum DPRD, itu sudah jadi kewajiban saya untuk meneruskan usulan mereka. Namun, menjenguk warga sakit adalah urusan rasa dan persaudaraan,” pungkas Wayan Suarta. (Sta-Kab).