Miris! Pendaki Perempuan Pingsan Ditinggal Teman di Pucak Mangu, Dievakuasi Pendaki Lain dalam Kondisi Menggigil

Seorang pendaki perempuan berusia 17 tahun ditemukan pingsan di belakang pohon setelah ditinggalkan oleh teman-temannya yang memilih melanjutkan perjalanan ke puncak, Sabtu (9/5). foto/ist

BADUNG, KABARBALI.ID – Insiden memprihatinkan menimpa seorang pendaki remaja di jalur pendakian Gunung Catur (Pucak Mangu), Petang, Badung.

Korban yang baru berusia 17 tahun ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri dan mengalami hipotermia setelah diduga ditinggalkan oleh rekan-rekan pendakiannya, Sabtu (9/5/2026).

Peristiwa ini menjadi sorotan tajam setelah aksi heroik pendaki lain yang menyelamatkan korban viral di media sosial.

Ditinggal demi Ambisi ke Puncak

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya mendaki bersama tiga rekan laki-lakinya yang merupakan teman sekolah. Di tengah perjalanan, korban mengalami kelelahan hebat. Namun bukannya ditemani, ketiga rekannya justru memilih melanjutkan perjalanan menuju puncak dan meninggalkan korban sendirian di jalur pendakian.

Sekitar pukul 09.00 WITA, saksi mata dengan akun Instagram @allogantfrog yang sedang melintas menemukan korban tergeletak tak berdaya di belakang sebuah pohon, sekitar 800 meter dari titik awal pendakian (Parkir Atas Pura Pucak Mangu).

“Saat ditemukan, korban sudah tidak sadar dan dalam keadaan kedinginan (hipotermia). Kami sempat memberikan minuman isotonik untuk membantu kesadarannya,” ujar saksi.

Evakuasi Manual ke Parkiran

Melihat kondisi korban yang mengkhawatirkan, pendaki yang menemukan langsung berinisiatif menggendong korban turun secara manual menuju area parkir bawah. Setelah mendapatkan penanganan awal dan kondisinya stabil, korban dilaporkan telah pulang dalam keadaan aman.

Peringatan Keras Fenomena FOMO Mendaki

Insiden ini memicu keprihatinan terkait tren Fear of Missing Out (FOMO) atau sekadar ikut-ikutan mendaki gunung tanpa persiapan matang. Mendaki gunung merupakan olahraga ekstrem yang memerlukan kesiapan fisik, mental, dan pengetahuan dasar keselamatan.

Sikap abai rekan korban yang meninggalkan teman sendirian di gunung juga dinilai sangat berbahaya. Dalam dunia pendakian, keselamatan tim adalah prioritas utama yang harus di atas ambisi mencapai puncak.

“Bertanggungjawablah terhadap rekan pendakian kalian. Jangan tinggalkan teman sendirian. Di gunung, egomu harus diturunkan karena tujuan utama adalah pulang dengan selamat,” tegasnya. (Kri-Kab).

kabar Lainnya