KABARBALI.ID — Umat Hindu di Bali perlu mencermati Ala Ayuning Dewasa pada Selasa, 13 Januari 2026, karena hari ini didominasi dewasa yang kurang baik (alahing dewasa) untuk pelaksanaan upacara yadnya, khususnya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.
Dalam perhitungan wariga Bali, sejumlah dewasa seperti Dadig Krana, Kala Jengking, Salah Wadi, hingga Purwanin Dina menandai hari ini sebagai waktu yang tidak dianjurkan untuk pernikahan, potong rambut, mapandes, hingga prosesi pengabenan.
“Tanggal 13 Januari 2026 secara keseluruhan tidak termasuk dewasa ayu untuk pelaksanaan yadnya besar, namun masih memiliki nilai guna untuk aktivitas pertanian dan pembuatan alat tertentu,” demikian catatan Ala Ayuning Dewasa.
Beberapa dewasa yang menjadi pertimbangan utama antara lain:
Dadig Krana: Tidak baik untuk upacara atau yadnya serta mengadakan pertemuan.
Kala Jengking: Tidak baik untuk Manusa Yadnya, pernikahan, dan upacara potong rambut.
Salah Wadi: Tidak baik untuk Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya seperti penguburan, ngaben, hingga nyekah.
Purwanin Dina: Tidak baik sebagai dewasa ayu.
Dengan kombinasi dewasa tersebut, hari ini tidak direkomendasikan untuk kegiatan adat dan keagamaan besar.
Meski demikian, kalender Bali mencatat banyak dewasa baik untuk kegiatan produktif, khususnya di sektor pertanian dan pembuatan alat.
Dadig Krana dinilai baik untuk menanam tebu dan mentimun.
Pepedan baik untuk membuka lahan pertanian baru.
Kala Luang baik untuk menanam umbi-umbian.
Kala Katemu baik untuk menangkap ikan, berburu, dan mengadakan pertemuan.
Sejumlah dewasa seperti Kala Caplokan, Kala Gacokan, Macekan Wadon, dan Pamacekan baik untuk membuat alat penangkap ikan, tombak, taji, hingga keris.
Secara wariga, 13 Januari 2026 memiliki karakter:
Pararasan: Aras Tuding
Pancasuda: Sumur Sinaba
Ekajalaresi: Kinasihan Amerta
Pratiti: Sadayatana
Kombinasi ini menunjukkan hari yang lebih tepat dimanfaatkan untuk kerja fisik, persiapan alat, serta aktivitas pertanian, dibandingkan ritual sakral. (Kab).