BADUNG, KABARBALI.id – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta secara tegas menepis spekulasi publik mengenai adanya keretakan hubungan di antara keduanya. Isu ini mencuat menyusul pernyataan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, dalam HUT Baladika Bali beberapa waktu lalu yang dinilai memberi sinyal politik terkait suksesi kepemimpinan di Gumi Keris.
Ditemui usai acara konsolidasi penanganan sampah di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Kamis (7/5/2026), keduanya tampil akrab dan menunjukkan gestur sinergi yang kuat di hadapan awak media.
Bupati Adi Arnawa menjelaskan bahwa secara mekanisme kepartaian, prioritas keberlanjutan jabatan biasanya diberikan kepada petahana untuk menuntaskan dua periode, selama tidak ada kendala prinsipil. Ia menilai pernyataan Wagub Giri Prasta sebelumnya kemungkinan besar merujuk pada logika estafet kepemimpinan yang normatif.
“Yang jelas hubungan kami kan cukup baik dan bersinergi. Mekanisme partai kami itu kan biasanya setelah Bupati, yang mendapat prioritas (berikutnya) adalah Wakil Bupati. Logikanya kan pasti dua periode,” ujar Adi Arnawa.
Ia pun menyayangkan adanya pihak-pihak yang mencoba “menggoreng” isu rivalitas dini. Adi menegaskan bahwa konsentrasi jajaran Pemkab Badung saat ini sepenuhnya tercurah pada pelayanan masyarakat, bukan kompetisi politik. “Nggak ada begitulah, nanti 2034 saja,” imbuhnya sambil berkelakar.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta yang akrab disapa Gus Bota, mengklarifikasi bahwa pembicaraan mengenai dirinya adalah bagian dari prospek jangka panjang. Ia menekankan pentingnya stabilitas daerah dan keberlanjutan program pembangunan.
“Maksud daripada Pak Wagub itu nantinya setelah, astungkara, dua periode, ya setelah itu saya juga kan ada peluang. Fokus saya saat ini masih banyak program yang belum dilakukan untuk masyarakat,” jelas Gus Bota.
Ia berharap masyarakat tidak terjebak dalam opini yang sengaja digulirkan pihak tertentu untuk mengganggu stabilitas di Badung. Menurutnya, fokus utama adalah memastikan estafet kepemimpinan berjalan berkesinambungan demi kesejahteraan masyarakat.
Di akhir wawancara, keduanya menunjukkan kemesraan politik dengan bersalaman dan berjabat tangan erat, menegaskan bahwa kepemimpinan di Kabupaten Badung tetap solid dan kondusif. (Gus-Kab).