Diserbu Peserta Luar Bali, Kontes Anjing Kintamani Digelar di Pinggir Danau Batur

Dinas PKP Bangli sukses gelar Kontes Anjing Kintamani di Dermaga Kedisan guna pertahankan pengakuan dunia internasional (FCI) dan dongkrak pariwisata Batur.

BANGLI, KABARBALI.ID — Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli kembali menggelar ajang tahunan Kontes Anjing Kintamani, Sabtu (23/5/2026). Langkah ini dilakukan sebagai komitmen daerah untuk menjaga kelestarian ras anjing endemik Bali sekaligus mendongkrak pariwisata di kawasan penunjang Danau Batur.

Kompetisi berskala nasional tersebut sukses menarik minat para pencinta satwa (dog lovers) dari berbagai kota di Bali hingga Pulau Jawa.

Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta tahun ini melonjak signifikan dengan sebaran wilayah asal yang cukup luas. Dari luar Bali, peserta tercatat datang dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Solo, Surabaya, hingga Malang.

Sementara dari lingkup domestik Bali, kontestan hadir mengonfirmasi kepesertaan mulai dari kawasan Ungasan, Denpasar, Kuta, Ubud, hingga komunitas lokal masyarakat Bangli.

Geser Lokasi ke Dermaga Kedisan untuk Promosi Pariwisata

Ada yang berbeda pada pelaksanaan kontes tahun ini. Pihak panitia sengaja menggeser koordinat lokasi acara langsung ke area terbuka di Dermaga Kedisan, Kintamani.

“Tahun ini kontes sengaja kami gelar di Dermaga Kedisan. Selain untuk mendekatkan dengan habitat aslinya, ini juga sebagai langkah konkrit untuk mempromosikan pariwisata Kintamani,” ujar I Wayan Sarma saat dikonfirmasi, Minggu (24/5/2026).

Pemilihan lokasi di tepian Danau Batur ini dinilai strategis karena menyuguhkan lanskap alam yang kuat, sehingga para peserta luar daerah dapat langsung menikmati impresi magis dari kawasan pariwisata Kintamani.

Jaga Status FCI dan Amankan Biodiversity Geopark Batur

Lebih jauh, Wayan Sarma membeberkan alasan mendasar di balik konsistensi pelaksanaan kontes ini. Anjing Kintamani bukan sekadar hewan peliharaan biasa, melainkan elemen penting dari keanekaragaman hayati atau biodiversity yang diadopsi di dalam kawasan Batur Unesco Global Geopark.

Selain itu, ras kebanggaan krama Bali ini telah mendapatkan pengakuan resmi di dunia internasional dari Federation Cynecology Internasional (FCI)—organisasi tertinggi global yang membawahi organisasi trah anjing di seluruh dunia. Pengakuan ini merupakan legitimasi mahal yang wajib dirawat melalui aktivitas komunitas yang terukur.

“Sehingga apabila tidak ada event, lomba, kontes atau sejenisnya secara berkala, pengakuan internasional tersebut bisa dicabut oleh pihak FCI,” tegas Sarma taktis.

Melalui kontes reguler ini, Pemerintah Kabupaten Bangli berharap standarisasi trah murni anjing Kintamani—baik dari segi postur, warna bulu (putih, hitam, cokelat/tan, dan anggrek), hingga karakter spesifiknya—tetap terjaga secara turun-temurun dan terhindar dari risiko kepunahan akibat kawin silang yang acak. (Sam-Kab).

kabar Lainnya