Dongkrak Ekonomi Lokal, BRI Bangli Salurkan KUR Rp 511 Miliar Lebih hingga Oktober 2026

BRI Bangli optimis memperkuat penyaluran KUR 2026 guna mendukung permodalan produktif pelaku UMKM di Kabupaten Bangli. (Foto: Dok. BRI / kabarbali.id)

BANGLI, KABARBALI.ID  – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang BRI Bangli terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Sepanjang tahun 2026, BRI Bangli memperkuat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bangli, Bali.

Fasilitas pembiayaan ini dihadirkan untuk membantu para pelaku usaha mendapatkan tambahan modal guna meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pemasaran, mengembangkan inovasi produk, hingga mendongkrak daya saing usaha. Berbagai sektor produktif seperti perdagangan, pertanian, peternakan, hingga industri kerakyatan menjadi motor penggerak utama dalam pemanfaatan KUR ini.

Realisasi Penyaluran Capai Rp 511 Miliar hingga Oktober 2026

Pada tahun 2026 ini, BRI Bangli menetapkan target ambisius penyaluran KUR sebesar Rp 857,09 miliar. Target tersebut terbagi menjadi dua pilar utama, yakni KUR Unit sebesar Rp775,95 miliar dan KUR Ritel sebesar Rp81,14 miliar.

Berdasarkan data hingga Oktober 2026, realisasi penyaluran KUR tercatat telah mencapai Rp511,98 miliar. Angka tersebut secara rinci terdiri atas penyerapan KUR Unit sebesar Rp473,32 miliar serta KUR Ritel sebesar Rp38,66 miliar.

Pimpinan BRI Bangli, Muhammad Fatchurrachman, mengungkapkan bahwa program KUR merupakan wujud nyata kehadiran BRI dalam memberdayakan ekonomi masyarakat agar pelaku UMKM semakin mandiri dan berdaya saing tinggi.

” Melalui penyaluran KUR, kami berharap masyarakat Kabupaten Bangli memiliki kesempatan yang semakin luas untuk memperoleh akses pembiayaan sehingga usaha yang dijalankan dapat tumbuh, berkembang, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga maupun lingkungan sekitarnya,” ujar Fatchurrachman, Senin (2/11/2026).

Kedepankan Prinsip Kehati-Hatian dan Pendampingan Usaha

Lebih lanjut, Fatchurrachman menegaskan bahwa BRI Bangli tidak sekadar berfokus pada volume pembiayaan semata, melainkan memastikan dana yang disalurkan benar-benar dikelola secara produktif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan oleh para debitur.

Pihaknya senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent banking) dalam setiap proses seleksi kredit dengan mencermati kebutuhan riil serta kelayakan usaha calon peminjam. Di sisi lain, BRI Bangli juga mengoptimalkan jaringan kerja serta tenaga pemasar untuk memberikan edukasi dan pendampingan.

“Kami ingin KUR yang disalurkan benar-benar menjadi solusi pembiayaan produktif bagi masyarakat. Karena itu, BRI senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam proses penyaluran kredit, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan kelayakan usaha calon debitur,” tambahnya.

“Harapan kami, kehadiran BRI dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bangli. Kami ingin tumbuh bersama para pelaku UMKM, karena kemajuan UMKM merupakan salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah,”pungkasnya. (Sam-Kab).

kabar Lainnya