DPRD I Wayan Suarta Sebut Musim Kemarau Warga Nusa Disibukkkan dengan Beli Air

Caption Foto Utama:Warga di kawasan Nusa Penida saat mengisi tandon air dari armada pengangkut air bersih akibat cubang penampungan mengering saat musim kemarau. (Foto: Dok. kabarbali.id)

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Krisis air bersih parah melanda warga Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Dampak musim kemarau yang mengeringkan cubang (penampungan air hujan) memaksa sebagian warga mengambil langkah nekat dengan menjual ternak sapi milik mereka demi bisa membeli air bersih.

Kondisi keprihatinan ini telah berlangsung selama kurun waktu sebulan terakhir.

Anggota DPRD Kabupaten Klungkung, I Wayan Suarta, membeberkan bahwa warga harus memesan air bersih yang diangkut menggunakan mobil pick-up bertandon dari wilayah luar yang memiliki sumber air atau sumur bor.

“Sudah sekitar sebulan warga di sana mengalami krisis air. Untuk memenuhi kebutuhan harian, bahkan ada warga yang sampai terpaksa menjual sapi,” ungkap I Wayan Suarta, Selasa (1/9/2026).

Biaya Air Capai Rp400 Ribu Per Tandon, Keluarga Besar Sedot Rp 3 Juta

Harga pasokan air bersih yang harus dibayar warga tergolong sangat mahal. Satu tandon berkapasitas 2.200 liter dibanderol mulai dari Rp325.000 hingga Rp400.000, tergantung pada jarak pengiriman dan keterjalan medan jalan menuju lokasi.

Bagi keluarga besar di Desa Pejukutan, beban pengeluaran khusus air bersih bisa menembus angka Rp3 juta hanya dalam kurun waktu satu bulan.

“Harga pasokan air tergantung medan, sekitar Rp325 ribu sampai Rp400 ribu satu tandon. Satu keluarga besar bahkan ada yang habis sampai Rp3 juta sebulan cuma untuk air. Sapi milik warga yang harganya sekitar Rp10 juta terpaksa dijual agar ada pegangan uang,” tegas Suarta.

Camat Nusa Penida, Kadek Yoga Kusuma, membenarkan bahwa saat musim kemarau tiba dan persediaan cubang warga habis, masyarakat di kawasan kering seperti Pejukutan tidak memiliki pilihan lain selain membeli air tangki/tandon.

Proyek Jaringan Air Rp9 Miliar Sedang Digarap

Guna menyelesaikan persoalan menahun ini, Pemkab Klungkung tengah mengeksekusi proyek pembangunan jaringan air bersih dari Mata Air Guyangan menuju Desa Pejukutan.

Pembangunan saluran pipa di bawah pengawasan Dinas PUPRPKP Klungkung ini menelan anggaran BKK Kabupaten Badung bernilai lebih dari Rp9 miliar. Proyek ini menargetkan 732 Sambungan Rumah (SR) di Pejukutan, melengkapi 472 SR yang sebelumnya rampung dibangun di Desa Tanglad pada 2025. (Sta-Kab).

kabar Lainnya