Gagas Sport Tourism di Tukad Unda, Ketua DPRD Klungkung Optimistis Sirkuit Permanen Dongkrak UMKM dan Pariwisata

Momen balapan di Mahottama Flatrace 2026. foto/kabarbali.id

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Kawasan utara Tukad Unda, digadang-gadang digunakan untuk sirkuit balap permanen di Klungkung, oleh Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom.

Langkah ini diproyeksikan menjadi mesin baru bagi sektor pariwisata melalui konsep Sport Tourism (wisata olahraga) yang akan berdampak langsung pada kesejahteraan pelaku UMKM di Bumi Serombotan.

Ketua DPRD yang juga menjabat Ketua Umum KONI Klungkung ini melihat potensi besar dari setiap perhelatan otomotif dalam menarik massa, baik peserta maupun penonton dari luar daerah.

Dijelaskan, kehadiran sirkuit permanen akan memungkinkan Klungkung menggelar ajang balap motor secara rutin. Setiap event otomotif dipastikan membawa multiplier effect bagi masyarakat sekitar.

“Jika sirkuit ini terealisasi, Klungkung akan menjadi magnet bagi ribuan orang setiap minggunya. Ini adalah peluang emas bagi para pelaku UMKM untuk menjajakan produk lokal, kuliner, hingga kerajinan khas Klungkung di sekitar area sirkuit,” ujar tokoh yang akrab disapa Gung Anom ini, Senin (4/5/2026).

Mendorong Okupansi Akomodasi dan Wisata

Lebih lanjut, Gung Anom menekankan bahwa Sport Tourism adalah solusi cerdas untuk meningkatkan lama tinggal (length of stay) wisatawan di Klungkung. Peserta balap yang datang dari berbagai kabupaten di Bali, bahkan luar pulau, tentu membutuhkan penginapan.

“Okupansi hotel dan penginapan di Klungkung akan terdongkrak. Peserta tidak hanya datang untuk balapan, tapi mereka juga akan makan di restoran lokal dan berkunjung ke objek wisata terdekat. Inilah esensi dari pariwisata berbasis olahraga yang ingin kita kembangkan,” tambahnya.

Dengan sarana mumpuni di kawasan strategis Tukad Unda, Klungkung berpeluang menjadi pusat kegiatan otomotif di Bali Timur. Dukungan infrastruktur yang permanen akan memancing sponsor dan penyelenggara acara berskala besar untuk melirik Klungkung sebagai lokasi utama.

Ia optimistis bahwa sinergi antara pembinaan atlet profesional melalui KONI dan pengembangan ekonomi kreatif melalui DPRD akan menjadikan Klungkung sebagai daerah yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

“Kita tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tapi kita juga membangun ekosistem ekonomi yang tangguh lewat Sport Tourism. Sirkuit ini adalah kunci pembukanya,” pungkasnya. (Sta-Kab).

kabar Lainnya