Geger Pemancing Temukan Mayat Bayi Perempuan di Tukad Mati Kuta, Tali Pusar Masih Menempel

Sesosok mayat bayi perempuan tanpa busana ditemukan mengambang di Tukad Mati, Kuta, Badung

BADUNG, KABARBALI.ID — Warga di kawasan Jalan Tuan Lange, Kuta, Badung, Bali, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat bayi berjenis kelamin perempuan yang mengambang di aliran sungai Tukad Mati. Jasad bayi malang tersebut ditemukan dalam kondisi tanpa busana pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adhi Saputra Jaya, mengonfirmasi adanya laporan penemuan jasad bayi (Mrs. X) tersebut. Pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Penemuan ini bermula ketika seorang remaja bernama Firman Setiawan (16) sedang berjalan kaki di sekitar Jalan Tuan Lange. Di tengah jalan, ia berpapasan dengan dua pemuda yang hendak memancing di sungai tersebut.

Kedua pemancing itu memberitahukan kepada Firman bahwa mereka melihat ada mayat bayi yang hanyut dan mengambang di sungai. Mendapat informasi tersebut, Firman langsung bergegas pulang ke tempat kosnya untuk melapor kepada sang pemilik kos, I Made Cakra (55).

“Saksi I (Firman) bersama Saksi II (I Made Cakra) kemudian langsung mendatangi lokasi yang dimaksud untuk memastikan. Setelah benar melihat adanya jasad bayi yang mengambang, Saksi II langsung menghubungi Polsek Kuta guna penanganan lebih lanjut,” ujar Iptu Gede Adhi Saputra Jaya, Minggu (24/5/2026).

Hasil Identifikasi: Tali Pusar Masih Menempel

Tim Identifikasi Polresta Denpasar yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban. Saat ditemukan, posisi jasad bayi perempuan tersebut mengambang dengan posisi miring ke arah kiri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di TKP, polisi mencatat sejumlah detail kondisi korban:

• Korban dalam keadaan telanjang bulat (tanpa busana).

• Bagian samping kanan tubuh bayi sudah mulai membiru.

• Organ tubuh luar dipastikan lengkap, dengan kondisi tali pusar masih menempel, namun ari-ari sudah tidak ada.

• Petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan, baik akibat benda tajam maupun benda tumpul, pada tubuh korban.

Polresta Denpasar bersama Polsek Kuta telah melakukan serangkaian tindakan taktis, mulai dari mengamankan TKP, mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket), hingga memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian.

Jasad bayi perempuan tersebut kini telah dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah) Denpasar.

“Jasad korban sudah dibawa ke RS Prof IGN Ngoerah. Langkah selanjutnya, perlu dilakukan tindakan autopsi pada korban untuk mengetahui secara pasti apa penyebab kematiannya,” tegas Kasi Humas Polresta Denpasar.

Kasus pembuangan bayi ini kini tengah dalam penyelidikan intensif kepolisian untuk melacak orang tua kandung atau pelaku yang tega membuang bayi tersebut. (Irw-Kab).

kabar Lainnya