GIANYAR, KABARBALI.ID – Sektor pendidikan di Kabupaten Gianyar masih dibayangi persoalan kurangnya tenaga pendidik. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gianyar mencatat, saat ini daerah tersebut masih kekurangan sedikitnya 300 orang guru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kekurangan ini menjadi perhatian serius lantaran berdampak langsung pada distribusi beban pengajaran di sekolah-sektor dasar.
Kepala BKPSDM Kabupaten Gianyar, I Wayan Warnata, mengungkapkan bahwa meski angka kebutuhan merata di dua jenjang, tantangan tersulit berada di tingkat SD. Berdasarkan data terbaru, sekitar 60 guru dibutuhkan untuk posisi guru kelas di SD, sementara sisanya merupakan kebutuhan guru berbagai mata pelajaran di tingkat SMP.
“Di SMP masih bisa diatur (pengaturannya), kendala utamanya adalah guru SD,” ujar Wayan Warnata, Jumat (8/5/2026).
Keterbatasan tenaga pengajar di tingkat SD dinilai lebih krusial karena sifat pengajarannya yang berbasis guru kelas, berbeda dengan SMP yang menggunakan sistem guru bidang studi sehingga masih memungkinkan untuk dilakukan rotasi jadwal antar-mata pelajaran.
Di tengah perjuangan memenuhi kuota pengajar, Pemkab Gianyar tidak melonggarkan pengawasan terhadap disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada. Salah satu gebrakan yang diterapkan adalah penggunaan sistem e-presensi berbasis aplikasi yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gianyar.
Sistem ini dirancang dengan tingkat keamanan tinggi untuk mencegah manipulasi kehadiran. ASN di lingkungan pendidikan maupun instansi lainnya wajib melakukan absensi melalui telepon genggam masing-masing, namun hanya dapat diakses jika perangkat berada di titik koordinat area kantor atau sekolah.
“Sistemnya ketat dan susah diakali karena hanya di areal kantor saja bisa melakukan absensi. Ini untuk memastikan kinerja tetap optimal,” tegas Warnata. (Tut-Kab).