Hari ini Baik Memulai Pertanian dan Mengasah Spiritualitas, Ada Saling Silang Urusan Yadnya

KABARBALI.ID – Pemilihan hari baik atau dewasa ayu masih menjadi pijakan utama masyarakat Bali dalam memulai segala lini aktivitas, mulai dari sektor ekonomi hingga ritual keagamaan. Berdasarkan perhitungan kalender Bali pada Kamis, 23 April 2026, energi hari ini terpantau sangat dominan bagi mereka yang bergerak di sektor pertanian dan pengembangan spiritualitas.

Berdasarkan kaleHari ini tercatat sebagai Dewasa Tanian, sebuah momentum yang sangat disarankan bagi para petani atau penghobi tanaman untuk mulai menanam atau membuka unit usaha pertanian baru. Selain itu, aspek Tutur Mandi juga mengiringi hari ini, menjadikannya waktu yang tepat untuk memberikan petuah atau mempelajari ilmu kebatinan (kedyatmikan).

Sangat Baik untuk Menanam

Praktisi wariga menyebutkan bahwa perpaduan Kala Lutung Megandong dan Lutung Megandong menjadikan 23 April 2026 sebagai waktu yang ideal untuk menanam bibit kelapa (pijer), buah-buahan, hingga umbi-umbian.

“Bagi masyarakat yang ingin membuka lahan pertanian baru atau mulai menanam, hari ini adalah pilihan yang bijak. Energi Dewasa Tanian sangat mendukung keberlanjutan sektor agraris,”, Kamis (23/4).

Pantangan Membangun Rumah

Meski sangat baik untuk urusan bumi dan tanaman, masyarakat diingatkan untuk menghindari aktivitas konstruksi hunian. Lebur Awu dan Kala Buingrau mengisyaratkan ketidakcocokan untuk mulai membangun atau mengatapi rumah. Pelanggaran terhadap pantangan ini diyakini dapat membawa ketidakharmonisan pada hunian tersebut.

Selain itu, aspek Lebur Awu juga menekankan larangan untuk melangsungkan upacara pernikahan (wiwaha) serta pertemuan-pertemuan penting yang bersifat formal.

Catatan Khusus Ritual Yadnya

Terdapat catatan kontradiksi yang perlu dicermati hari ini. Di satu sisi, terdapat Dewa Stata yang baik untuk pelaksanaan Panca Yadnya (khususnya Dewa Yadnya). Namun di sisi lain, munculnya Mreta Sula dan Kala Temah memberikan sinyal waspada karena dianggap kurang baik untuk melakukan segala macam yadnya.

“Dalam kondisi dewasa yang saling silang seperti ini, sangat disarankan bagi umat untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan Sulinggih atau ahli wariga setempat sebelum memutuskan pelaksanaan upacara besar,”

Untuk aktivitas fisik, masyarakat juga dihimbau tetap menjaga kondisi tubuh karena Pratiti Jaramerana mengindikasikan adanya kerentanan terhadap kesehatan atau kondisi fisik yang menurun. (Kab).

kabar Lainnya