Ironi Kawasan Pusat Kebudayaan Bali: Proyek Kompos Organik Justru “Disusupi” Sampah Plastik

Sampah diturunkan dari truk dan dimasukkan ke lobang di area PKB Klungkung, Rabu (15/4/2026).

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Kawasan strategis Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung terancam pencemaran.

Observasi lapangan yang dilakukan Komisi I DPRD Klungkung pada Jumat (8/5/2026) menemukan tumpukan material yang seharusnya berupa cacahan organik, justru bercampur

Lokasi di utara Embung Tukad Unda tersebut kini mengeluarkan aroma menyengat, terutama saat alat berat melakukan pemerataan material.

Padahal, program kiriman dari Pemprov Bali ini awalnya diproyeksikan sebagai solusi penempatan bahan kompos hasil olahan sampah Kota Denpasar.

“Faktanya ada plastik utuh yang belum tercacah. Ini sangat sensitif karena bisa memicu reaksi warga dan merusak citra kawasan PKB sebagai ikon masa depan Bali,” ujar anggota Komisi I, Nengah Mudiana.

Aktivitas pengiriman bahan kompos ke lokasi tersebut diketahui sudah berlangsung sejak 11 April 2026. Penempatan material di zona penyangga PKB itu merupakan program Pemerintah Provinsi Bali untuk menekan penumpukan hasil olahan sampah organik dari wilayah Kota Denpasar.

Kepala DLHP Klungkung, Dewa Komang Aswin, mengakui adanya temuan tersebut dan berjanji akan memperketat pemilahan di hulu (TPST Denpasar) agar material yang sampai ke Klungkung benar-benar murni organik. (Sta-Kab).

 

kabar Lainnya