KABARBALI.ID – Berdasarkan penanggalan tradisional Kalender Bali, Jumat, 7 Agustus 2026 memuat beberapa acuan Ala Ayuning Dewasa atau tata perhitungan hari baik dan buruk untuk memulai berbagai aktivitas sehari-hari, adat, maupun keagamaan.
Umat Hindu di Bali umumnya memanfaatkan padewasan ini untuk menentukan waktu yang paling tepat (dewasa ayu) dalam menggelar suatu kegiatan agar berjalan lancar dan harmonis, sekaligus menghindari pantangan yang ada.
Pada Jumat (7/8/2026), Kalender Bali mencatat kehadiran Geni Rawana. Pertemuan penanggalan ini terbilang baik untuk segala jenis pekerjaan yang menggunakan unsur api. Namun demikian, Geni Rawana memiliki pantangan atau tidak direkomendasikan untuk aktivitas mengatapi rumah, upacara melaspas, serta bercocok tanam.
Selain itu, terdapat pula pengaruh Kala Sor. Berdasarkan perhitungan lokal, hari ini kurang baik atau pantang melakukan pekerjaan yang berurusan langsung dengan tanah, seperti membajak sawah, bercocok tanam, maupun membuat terowongan.
Bagi warga yang berencana melakukan penebangan kayu bahan bangunan, memulung/memulai suatu kegiatan baru, hingga melakukan pengangkatan atau pelantikan petugas, hari ini dinilai sangat baik karena dinaungi oleh Kala Wisesa.
Sementara dari sisi elemen penanggalan harian lainnya, hari ini memiliki unsur Pararasan Aras Tuding, Pancasuda Satria Wirang, Ekajalaresi Manggih Suka, serta Pratiti Awidya. (Kab).
| Unsur Dewasa | Karakteristik & Anjuran Aktivitas | Pantangan / Tidak Direkomendasikan |
| Geni Rawana (Alahing dewasa 2) | Baik untuk segala pekerjaan menggunakan unsur api | Mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam |
| Kala Sor (Alahing dewasa 3) | – | Pekerjaan olah tanah (membajak, menanam, buat terowongan) |
| Kala Wisesa (Alahing dewasa 4) | Baik untuk menebang kayu bahan bangunan, memulai kegiatan, melantik petugas | – |
| Elemen Wariga | Pararasan: Aras Tuding | Pancasuda: Satria Wirang | Ekajalaresi: Manggih Suka | Pratiti: Awidya |