Klungkung Masih Kurang 10 Dapur Gizi, Komisi III DPRD Desak Percepatan SPPG

Komisi III DPRD Kabupaten Klungkung melakukan observasi lapangan ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna merespons banyaknya sekolah yang belum tersentuh program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (8/5/2026).

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Komisi III DPRD Kabupaten Klungkung melakukan observasi lapangan ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna merespons banyaknya sekolah yang belum tersentuh program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (8/5/2026).

Pertama rombongan Komisi III DPRD Klungkung yang dipimpin ketua I Komang Sutama menyambangi SPPG di wilayah Semarapura Tengah (barat RJ Bupati).

Disini Fraksi mendapatkan informasi akurat mengenai perasalahan yang terjadi selama ini di Klungkung soal program pemerintah pusat ini.

I Komang Sutama, menilai progres Klungkung jauh tertinggal dibandingkan kabupaten lain di Bali yang sudah masif membangun SPPG. Kondisi ini menyebabkan ketimpangan akses bagi para siswa.

“Sebagian besar sekolah di Klungkung belum merasakan program MBG. Kami sudah berkoordinasi dengan koordinator wilayah agar pembangunan titik-titik SPPG yang sudah direncanakan segera dilakukan pemerataan,” ujar Komang Sutama.

Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Krisna mengakui jika pembangunan SPPG di Kabupaten Klungkung belum berjalan maksimal. Meski demikian, ia mengaku gencar melakukan monitoring terhadap SPPG, baik yang sedang dalam tahap membangun, maupun akan membangun. Dibeberkannya, jumlah SPPG di Kecamatan Klungkung saat ini sebanyak 5 SPPG dengan jumlah ideal sekitar 8-10 SPPG.

Sementara di Kecamatan Banjarangkan ada sebanyak 3 SPPG dengan jumlah ideal 4-5 SPPG. Sedangkan di Kecamatan Dawan baru ada 2 SPPG dengan jumlah ideal sekitar 4-5 SPPG.

”Untuk di Nusa Penida, baru ada 2 SPPG dengan jumlah ideal di setiap desa memiliki SPPG. Itu karena pertimbangan jarak, keadaan lapangan yang jalannya agak curam. Kami meminimalkan kejadian tidak enak. Kebetulan kami ada program dapur terpencil dan sudah kami jalankan program tersebut di Nusa Penida,” tandasnya.  (Sta-Kab).

kabar Lainnya