Kualitas Hidup Bali Masuk Top 5 Indonesia di Bawah Kaltim, Denpasar Capai IPM Tertinggi 85,63

Indonesia, Bali, Tenganan, Bali Aga

DENPASAR, KABARBALI.ID Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data resmi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025. Provinsi Bali berhasil mengukuhkan posisi di peringkat ke-5 nasional dengan capaian skor 79,37.

Meski berada di papan atas nasional, angka kualitas hidup masyarakat Pulau Dewata ini masih berada di bawah Kalimantan Timur yang menempati posisi keempat. Adapun tiga posisi teratas nasional secara berurutan dihuni oleh DKI Jakarta dengan skor tertinggi (85,05), disusul DI Yogyakarta dan Kepulauan Riau.

Sembilan daerah lain yang melengkapi jajaran 10 besar nasional di bawah Bali meliputi Sumatra Barat, Banten, Sumatra Utara, Sulawesi Utara, dan Riau.

IPM sendiri merupakan indikator krusial BPS untuk mengukur kualitas hidup masyarakat berdasarkan tiga dimensi utama:

  1. Umur Panjang dan Hidup Sehat (Angka Harapan Hidup saat lahir).

  2. Pengetahuan (Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah).

  3. Standar Hidup Layak (Pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan guna mengukur daya beli).

Peta Ketimpangan Daerah: Denpasar Tertinggi, Karangasem Tertinggal

Di tingkat daerah, data BPS Provinsi Bali memperlihatkan jurang ketimpangan kualitas hidup yang cukup lebar antar kabupaten/kota.

Kota Denpasar memimpin capaian kualitas hidup tertinggi di Bali dengan skor fantastis 85,63, disusul rapat oleh Kabupaten Badung di angka 84,27. Kedua wilayah urban ini disokong oleh tingginya akses layanan kesehatan, fasilitas pendidikan modern, serta standar pengeluaran per kapita berbasis pariwisata.

Sebaliknya, kawasan Bali Timur dan kawasan pedalaman masih menjadi catatan evaluasi serius bagi pemerintah daerah. Kabupaten Karangasem mencatatkan IPM terendah di Bali dengan skor 71,89, tepat di bawah Kabupaten Bangli yang mengantongi skor 73,22.

Daftar Lengkap IPM Kabupaten/Kota se-Bali (Data BPS):

Tingginya capaian IPM secara umum mencerminkan keberhasilan Bali dalam meningkatkan derajat kesehatan, pendidikan, dan daya beli. Namun, kesenjangan antara Denpasar-Badung dengan wilayah seperti Karangasem dan Bangli menegaskan pentingnya pemerataan program pembangunan infrastruktur dasar dan intervensi ekonomi di kawasan Bali Timur serta Bali Utara. (Kri-Kab).

kabar Lainnya