Kuta Mulai Bersih, Tapi Bupati Adi Arnawa Temukan Warga “Kucing-kucingan” Buang Sampah!

Bupati Badung Adi Arnawa pimpin sidak sampah di sektor Horeka Kuta

BADUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Badung mulai menunjukkan taringnya dalam menegakkan aturan pengelolaan sampah, khususnya di jantung pariwisata Bali. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, turun langsung memimpin aksi pengawasan dan penegakan hukum lingkungan di sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) serta area perdagangan di Kelurahan Kuta, Jumat (8/5/2026).

Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa seluruh unit usaha di kawasan wisata internasional tersebut mematuhi instruksi pemilahan sampah dari sumbernya.

Oknum Masyarakat Masih Cari “Celah”

Meski secara umum kawasan Kuta tampak lebih bersih, Bupati Adi Arnawa mencatat masih ada oknum yang sengaja membuang sampah di titik-titik yang minim pengawasan. Menanggapi hal tersebut, Bupati menginstruksikan pihak kelurahan untuk melakukan patroli rutin dan menyiapkan skema penegakan hukum (Gakkum).

“Kami sudah perintahkan Lurah untuk memantau secara rutin. Masih ada masyarakat yang mencari celah menempatkan sampah di pinggir jalan yang tidak ada pengawasan. Seiring dengan itu, kita akan melakukan penegakan hukum bagi mereka yang membuang sampah sembarangan,” tegas Adi Arnawa didampingi Sekda IB Surya Suamba.

Inisiasi Titik Pilah di Kantor Lurah

Sebagai langkah edukasi, Kantor Lurah Kuta kini difungsikan sebagai titik penampungan sampah sementara yang terpilah. Di lokasi tersebut, petugas memastikan sampah yang masuk sudah dalam kondisi terpisah antara organik dan anorganik sebelum diangkut oleh truk DLHK menuju TPST.

“Kita akan siapkan petugas untuk memastikan bahwa sampah yang dibawa ke sana memang sudah terpilah. Saya apresiasi jajaran Kaling dan masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya gerakan ini,” tambahnya.

Target Horeka: Olah Sampah Mandiri

Dalam tinjauannya ke beberapa unit usaha Horeka, Bupati menemukan fakta bahwa sebagian besar hotel dan resto sudah melakukan pemilahan. Namun, ia menekankan agar pengusaha tidak sekadar memilah, tetapi mulai membangun sistem pengolahan mandiri di lokasi masing-masing.

“Harapan kita adalah semua Horeka mengolah sampah sendiri di tempat usahanya. Dengan begitu, tidak perlu lagi ada sampah yang dibuang ke TPST, apalagi ke TPA Suwung. Melalui kegiatan turun lapangan secara rutin, kita bisa memastikan komitmen ini berjalan,” pungkas Bupati.

Di saat yang bersamaan, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta juga melakukan pemantauan serupa di wilayah Kelurahan Tuban guna memastikan pemerataan pengelolaan sampah di wilayah penyangga bandara. (Gus-Kab).

kabar Lainnya