GIANYAR, KABARBALI.ID – Ruang politik dan panggung legislatif Kabupaten Gianyar dirundung duka kelam. Anggota DPRD Gianyar dari Fraksi PDI Perjuangan periode 2024–2029, I Gusti Nyoman Yasa, dinyatakan meninggal dunia secara resmi setelah mendapatkan perawatan medis di RSUD Sanjiwani Gianyar pada Senin (1/6/2026) dini hari, tepat pukul 02.00 WITA.
Almarhum yang lahir di Desa Bona pada 31 Desember 1961 silam, mengembuskan napas terakhirnya pada usia 64 tahun. Kepergian tokoh masyarakat asal Banjar Prajamukti, Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh ini menyisakan kesedihan mendalam bagi jajaran birokrasi, kolega parpol, serta konstituen di daerah pilihannya.
Sebelum berpulang, politisi senior yang akrab disapa Pak Ngurah Yasa atau Ajik Gusti ini diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan klinis serius:
Perawatan Pertama: Almarhum sempat menjalani opname dan perawatan intensif selama tiga hari di RSUD Sanjiwani Gianyar.
Kondisi Sempat Pulih: Karena kondisi fisiknya dinilai membaik oleh tim dokter, almarhum sempat diizinkan pulang ke rumah duka.
Serangan Darurat: Baru sehari menghirup udara rumah, almarhum mendadak mengalami serangan sesak napas yang cukup berat. Pihak keluarga langsung melarikan kembali almarhum ke RSUD Sanjiwani, namun nyawanya tidak tertolong pada Senin dini hari.
Bupati Gianyar yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Gianyar, I Made Mahayastra, menyampaikan rasa kehilangan yang sangat personal. Mahayastra membeberkan bahwa almarhum memiliki ikatan historis yang sangat kuat dengan perjalanan karier politik dirinya di Kabupaten Gianyar.
“Banyak kenangan dengan Pak Ngurah Yasa. Beliau masuk partai karena saya yang mengajak bergabung saat masih berprofesi sebagai guru dan kemudian memilih pensiun muda. Kami juga bersama-sama berkeliling Gianyar saat kampanye saya sebagai Wakil Bupati mendampingi almarhum Pak Agung Bharata,” kenangnya.
Di matanya, I Gusti Nyoman Yasa adalah representasi kader yang memiliki loyalitas murni, bermental baja, serta konsisten menomorsatukan urusan masyarakat di Dapil Blahbatuh di atas kepentingan pribadi.
Almarhum Gusti Nyoman Yasa meninggalkan seorang istri tercinta, I Gusti Ayu Darmayanti, serta tiga orang putra (dua anak kandung dan satu anak angkat).
Berdasarkan keputusan resmi hasil rapat keluarga besar, berikut adalah agenda dan rangkaian prosesi ritual adat leluhur yang akan dilaksanakan:
| Hari / Tanggal | Agenda Upacara Adat | Lokasi Kegiatan |
| Kamis, 4 Juni 2026 | Pemulangan Jenazah dari RSUD Sanjiwani | Rumah Duka, Desa Bona, Blahbatuh |
| Sabtu, 6 Juni 2026 | Upacara Nyiramin (Memandikan Jenazah) | Rumah Duka, Desa Bona |
| Senin, 8 Juni 2026 | Upacara Ngaskara (Penyucian Jiwa) | Rumah Duka, Desa Bona |
| Selasa, 9 Juni 2026 | Puncak Upacara Palebon / Pengabenan | Setra Adat Setempat |
Ungkapan duka cita mendalam juga terus mengalir di ruang digital, salah satunya dari rekan sejawatnya di Fraksi PDIP DPRD Gianyar, Putu Pebriantara, yang mengenang almarhum sebagai figur penyejuk yang kaya akan nasihat bijak.
Selamat jalan I Gusti Nyoman Yasa. Dedikasi, sumbangsih pemikiran, dan perjuangan pembangunan infrastruktur serta sosial kemasyarakatan di wilayah Blahbatuh akan selalu membekas di hati krama Gianyar. Dumogi Amor Ring Acintya. (Tut-Kab).