KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Penyelenggaraan kejuaraan balap motor bertajuk Mahottama FlatRace 2026 di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) dinilai memberikan dampak ganda bagi Kabupaten Klungkung. Selain menjadi wadah prestasi, ajang ini terbukti efektif menggerakkan roda ekonomi lokal dan pariwisata.
Ketua DPRD Kabupaten Klungkung yang juga menjabat Ketua Umum KONI Klungkung, Anak Agung Gde Anom, menegaskan bahwa fasilitas lahan di kawasan PKB sangat mumpuni untuk menggelar ajang otomotif tanpa merusak ekosistem yang ada.
Menurut AA Gde Anom, pemilihan konsep flatrace sangat tepat karena tidak memerlukan perubahan kontur tanah secara ekstrem. Lahan seluas beberapa hektar yang digunakan hanya dibentuk menjadi arena balap tanpa perlu menaikkan level tanah.
“Namanya saja flatrace, otomatis jalannya tidak ada tanjakan. Ini adalah momen bagus dan luar biasa yang kami lihat, karena banyak imbas positif yang bisa diraih tanpa merusak kawasan yang ada,” ujar tokoh yang akrab disapa Gung Anom ini di sela-sela penutupan acara, Rabu (3/5/2026).
Gung Anom menyoroti bagaimana kehadiran ratusan pembalap dari seluruh Bali—termasuk peserta dari Jembrana hingga Buleleng—langsung menghidupkan sektor akomodasi dan perdagangan di Klungkung.
“Ratusan pembalap turun ke Klungkung, secara otomatis menghidupkan perekonomian. Banyak pelaku UMKM dilibatkan, hotel-hotel juga ramai oleh peserta luar kabupaten,” jelasnya.
Bagi Gung Anom, ajang yang digelar dalam rangka memperingati Hari Puputan Klungkung ke-118 ini merupakan mesin penggerak ekonomi nyata di sekitar lokasi PKB.
Dari sisi prestasi, Ketua Umum KONI Klungkung ini memproyeksikan Mahottama FlatRace sebagai sarana penjaringan atlet potensial untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027 mendatang. Kompetisi ini diikuti oleh 142 pembalap yang berlaga di 17 kelas, mulai dari kelas anak-anak (Mini Moto di bawah 10 tahun) hingga dewasa.
“Kami berharap ke depan Klungkung bisa mengirim atlet balap yang kompetitif. Event seperti ini adalah langkah awal kita menuju prestasi yang lebih tinggi,” tambah Gung Anom.
Senada dengan Ketua DPRD, Bupati Klungkung I Made Satria yang didampingi Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan wadah resmi bagi pecinta otomotif.
“Kami ingin menyediakan wadah resmi yang terarah guna menekan aksi balap liar. Selain sebagai ajang prestasi, ini juga bentuk edukasi agar generasi muda menjunjung tinggi sportivitas,” tegas Bupati Satria saat membuka event tersebut.
Tercatat, dari total peserta, terdapat 18 pembalap lokal Klungkung yang menunjukkan bakatnya di kelas 155cc Lokal Klungkung dan Mini Moto, memberikan harapan baru bagi masa depan dunia otomotif di Bumi Serombotan. (Sta-Kab).