BADUNG, KABARBALI.ID – Tantangan kemacetan kronis di jalur darat menuju kawasan wisata populer Bali segera menemui solusi baru. Pemerintah bersama pemangku kepentingan mulai serius menggarap layanan water taxi atau taksi air yang akan mengintegrasikan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan destinasi unggulan seperti Canggu dan Nusa Dua.
Terobosan ini diambil mengingat pertumbuhan jumlah wisatawan yang tidak lagi sebanding dengan kapasitas jalan raya di kawasan Kuta, Seminyak, hingga Canggu.

Proyek ambisius ini dijadwalkan mulai memasuki tahap konstruksi pada Agustus tahun ini. Fokus awal pembangunan akan menyasar infrastruktur pendukung, mulai dari dermaga khusus, fasilitas penyeberangan yang nyaman, hingga sistem tiket yang terintegrasi langsung dengan operasional bandara.
Pemerintah menargetkan layanan transportasi laut modern ini dapat beroperasi penuh pada Juli 2027. Dalam rentang waktu tersebut, seluruh aspek keamanan dan standar pelayaran akan dipersiapkan dengan melibatkan investor swasta dan tenaga ahli transportasi laut.
Rute utama taksi air ini akan menghubungkan bandara dengan dua titik strategis:
Canggu: Kawasan yang kini menjadi magnet utama wisatawan namun kerap terkendala kemacetan parah di akses darat.
Nusa Dua: Kawasan resort eksklusif yang membutuhkan aksesibilitas premium dan cepat.
Dengan memanfaatkan jalur laut, wisatawan tidak hanya bisa menghemat waktu perjalanan secara signifikan, tetapi juga mendapatkan pengalaman wisata baru menikmati keindahan pesisir Bali sebelum tiba di hotel. Ke depan, rute ini direncanakan akan diperluas mencakup Seminyak hingga Uluwatu.
Selain memecah kepadatan lalu lintas, kehadiran water taxi diyakini akan mendongkrak ekonomi lokal. Lapangan kerja baru akan tercipta di sektor operasional pelabuhan, navigasi, hingga jasa penunjang di sekitar dermaga.
Namun, proyek ini bukan tanpa tantangan. Pemerintah menekankan bahwa kelestarian ekosistem laut Bali menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, penggunaan teknologi ramah lingkungan dan perencanaan tata ruang laut yang matang menjadi syarat mutlak dalam pembangunannya. (Kri-Kab).