KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, menekankan bahwa simulasi kebencanaan tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Hal tersebut ditegaskannya saat membuka simulasi bencana di SDN 3 Negari, Kecamatan Banjarangkan, Jumat (24/4/2026), dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional.
Tjok Surya mendorong agar latihan kesiapsiagaan ini dilakukan secara masif dan berkala di seluruh lapisan instansi, mulai dari lingkungan pendidikan hingga perkantoran pemerintah.
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Tjok Surya ini menyatakan bahwa kesiapan mental dan fisik dalam menghadapi bencana harus dilatih secara rutin agar menjadi refleks. Ia menyarankan latihan dilakukan minimal setiap tiga bulan sekali.
“Simulasi seperti ini tidak hanya penting dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga perlu diperluas ke kantor-kantor OPD, instansi pemerintah, hingga sektor swasta. Gunakan kesempatan ini untuk membekali diri, minimal mampu menyelamatkan diri sendiri terlebih dahulu,” tegas Tjok Surya.
Menurutnya, Kabupaten Klungkung memiliki karakteristik wilayah yang beragam dengan potensi risiko bencana yang nyata, sehingga edukasi mitigasi harus menyentuh seluruh elemen masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klungkung, I Putu Widiada, menjelaskan bahwa pemilihan Desa Negari sebagai lokasi simulasi didasari oleh letak geografisnya yang berada di pesisir pantai. Wilayah ini dinilai memiliki potensi risiko gempa bumi yang dapat memicu tsunami.
“Simulasi kali ini melibatkan 122 peserta, mulai dari siswa TK dan SD, unsur TNI/Polri, anggota BPBD, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum. Kami ingin memastikan warga di daerah pesisir paham jalur evakuasi dan langkah darurat yang harus diambil,” lapor Widiada. (Sta-Kab).