MSWP Gelar Diklat Calon Sulinggih Warga Pande Selama 35 Pertemuan di Gianyar

MSWP Bali resmi menggelar Diklat Calon Sulinggih Warga Pande di Keramas, Gianyar

GIANYAR, KABARBALI.ID – Komitmen nyata dalam menjaga keberlanjutan tradisi, adat, dan nilai-nilai spiritual Hindu terus ditunjukkan oleh Maha Semaya Warga Pande (MSWP) Provinsi Bali/Pusat. Organisasi pasemetonan ini resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Sulinggih Warga Pande yang dipusatkan di Basecamp MSWP Provinsi Bali/Pusat, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Sabtu (6/6/2026).

Program diklat ini menjadi langkah strategis untuk membekali para calon sulinggih dengan pengetahuan (tattwa), etika (susila), serta keterampilan praktik ritual (upacara) yang memadai. Hal ini krusial sebagai fondasi awal sebelum mereka memasuki tahapan aguron-guron (berguru) hingga proses ritual pensucian diri atau diksa.

Prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat tersebut ditandai dengan momen simbolis yang menarik perhatian undangan, yakni pengetukan atau menghunus keris oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali. Hunusan keris ini bukan sekadar atraksi budaya, melainkan simbolis pembukaan wawasan, ketajaman berpikir, serta keberanian spiritual para peserta dalam menapaki jalan dharma demi melayani umat Hindu.

Ketua Bidang Agama MSWP Provinsi Bali/Pusat, Prof. Dr. I Made Surada, M.A., menjelaskan bahwa seorang calon pemimpin spiritual zaman sekarang tidak cukup hanya mengandalkan niat atau semangat pengabdian semata. Diperlukan bekal ilmu pengetahuan keagamaan yang kuat serta pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai kesucian.

“Melalui diklat ini diharapkan para calon sulinggih memiliki landasan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang memadai sehingga siap menjalani tahapan pembinaan berikutnya sesuai dengan tradisi dan nilai-nilai kesulinggihan Warga Pande. Pendidikan ini menjadi tahap awal untuk membangun karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai calon pemimpin spiritual di tengah masyarakat,” terang Prof. Surada di hadapan para peserta.

Diikuti 49 Peserta, Digelar Marathon 35 Pertemuan

Lebih lanjut, diklat penyiapan SDM rohani ini diikuti oleh 49 peserta. Mereka datang dari berbagai wilayah kabupaten/kota di Bali, bahkan ada yang berasal dari luar Pulau Dewata yang memiliki kesungguhan penuh untuk menempuh jalan kesulinggihan.

Guna memastikan materi terserap secara komprehensif, program pendidikan terstruktur ini akan dilaksanakan secara marathon sebanyak 35 kali pertemuan. Jadwal pembelajaran sengaja diatur setiap hari Sabtu dan Minggu agar para peserta dapat mengikuti proses pembelajaran teori maupun praktik secara terarah dan berkelanjutan tanpa mengganggu aktivitas mendasar lainnya.

Langkah inovatif MSWP ini diharapkan mampu melahirkan sosok sulinggih yang tidak hanya matang secara batiniah dan ritual, tetapi juga memiliki kompetensi intelektual yang luas untuk memberikan tuntunan di tengah dinamika modernisasi umat Hindu saat ini.

Acara agung ini turut disaksikan oleh figur-figur penting, di antaranya Ida Sri Mpu Pande dari Griya Laplapan selaku Dharma Upapati, Ketua PHDI Provinsi Bali, Kepala Kantor Kemenag Gianyar, Ketua PHDI Gianyar, serta jajaran pengurus Sabhakasikian dan MSWP kabupaten/kota se-Bali. (Tut-Kab).

kabar Lainnya