

BADUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kabupaten Blitar resmi menyepakati penguatan sinergi pembangunan lintas daerah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Kerja Sama Pembangunan Antar Daerah serta studi banding optimalisasi peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Ruang Kriya Gosana I, Puspem Badung, Senin (2/11/2026).
Rombongan Pemkab Blitar yang dipimpin langsung oleh Bupati Blitar H. Rijanto disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, Ida Bagus Surya Suamba, yang hadir mewakili Bupati Badung. Pertemuan penting ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Blitar, kepala perangkat daerah kedua kabupaten, anggota FKUB, serta perwakilan koperasi peternak ayam petelur Kabupaten Blitar.
Dalam sambutannya, Sekda Surya Suamba mengapresiasi kepercayaan Pemkab Blitar yang memilih Kabupaten Badung sebagai lokus kunjungan kerja dan studi banding. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki urgensi tinggi dalam menjaga stabilitas harga serta mengendalikan laju inflasi daerah melalui kepastian suplai komoditas pangan.
“Penandatanganan kesepakatan bersama ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud nyata komitmen para pihak dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan. Sinergi antardaerah ini juga akan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Badung dan Kabupaten Blitar,” ungkap Surya Suamba.
Melalui kerja sama ini, kepastian mengenai jenis, volume, hingga harga komoditas pangan—terutama produk peternakan yang disuplai dari Blitar—dapat terjaga dengan baik.
“Upaya hilirisasi dan distribusi di Badung sendiri turut didukung penuh oleh Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana,”sebutnya.
Sementara, Bupati Blitar H. Rijanto menyambut baik sambutan hangat dari Pemkab Badung. Ia berharap kunjungan kerja ini tidak sekadar mempererat silaturahmi, melainkan membuka ruang kerja sama operasional yang lebih luas, khususnya di sektor pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Pihaknya sengaja memboyong perwakilan koperasi peternak ayam petelur serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Blitar agar penjajakan kerja sama dapat langsung dieksekusi secara konkret di lapangan demi kepentingan masyarakat kedua belah pihak. (Gus-Kab).