Wariga Selasa Wage: Karakter Teguh tapi Mudah Iri Hati, Waspada Hari Berpengaruh Anggara

Gadis Bali

KABARBALI.ID – Dalam sistem penanggalan tradisional Bali (Wariga), hari Selasa, 3 November 2026, berada di bawah pengaruh Wuku Sinta. Ulasan mengenai perpaduan unsur Pewarigaan, lintang, hingga pratiti memberikan gambaran mendalam mengenai karakter, potensi, serta pantangan hari bagi masyarakat yang mempercayainya sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Berdasarkan perhitungan Ekawara hingga Dasawara, hari ini dipengaruhi oleh sejumlah karakter unik yang mencakup sifat positif maupun hal-hal yang perlu diwaspadai dalam mengambil keputusan.

Karakteristik Unsur Pewarigaan Hari Ini

  • Ekawara & Dwiwara: Luang (Sunyi, lapang) dan Pepet (Tertutup).

  • Triwara hingga Pancawara: Kajeng (Senang bicara, boros sehingga sering mendapat kesulitan) serta Wage (Senang bekerja dan membangun, namun perlu mewaspadai sifat kurang setia kawan).

  • Sadwara hingga Dasawara: Urukung (Sering lupa, cocok menjadi pemburu namun diingatkan agar tidak merusak hutan) dan Anggara (Selasa: dianjurkan untuk tidak mengerjakan hal berat/penting kecuali dengan kehati-hatian ekstra, namun rajin dalam bekerja). Pengaruh Guru pada Astawara memberikan karakter berpikiran terang, dikasihi orang, serta petuahnya dibutuhkan sesama. Sementara Dangu pada Sangawara dilambangkan sebagai batu.

Pengaruh Wuku Sinta dan Lintang Perahu Sarat

Bernaung di bawah Wuku Sinta dengan dewa pelindung Dewa Yamadipati, individu yang dipengaruhi wuku ini umumnya memiliki watak keras, cepat tersinggung, pemarah, dan cemburu. Kendati demikian, mereka dikenal ramah dalam bergaul, berbudi pekerti halus, gemar menolong orang kesusahan, serta memiliki rezeki yang cukup dan kemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Karakter tersebut diperkuat oleh Lintang Perahu Sarat, yang membuat seseorang sangat senang menolong orang sengsara, menarik simpati, pandai bertutur kata, serta setia membela teman, meski terkadang rentan salah paham dan putus asa.

Dari sisi Pararasan (Laku Bumi), seseorang cenderung pendiam, singkat hati, dan suka bertukar pikiran, dipadukan dengan Pancasuda Lebu Katiup Angin yang mengisyaratkan perlunya ketenangan batin agar hati tidak mudah goncang atau terombang-ambing.

(Catatan Redaksi: Ulasan wariga dan penanggalan tradisional ini disajikan sebagai bagian dari pelestarian khazanah warisan budaya leluhur masyarakat Bali dalam memaknai siklus waktu). (Kab/Red).

kabar Lainnya