KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Jajaran Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Klungkung mengikuti apel peringatan Hari Puputan Klungkung ke-118 sekaligus HUT Kota Semarapura ke-34 yang berlangsung khidmat di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Selasa (28/4/2026).
Peringatan tahun ini mengusung tema filosofis “Ksatria Wimba Tuladha”, yang menekankan pentingnya figur pemimpin dan masyarakat yang mampu menjadi teladan nyata dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, menyampaikan bahwa peringatan Puputan Klungkung bukan sekadar ritual tahunan. Baginya, momentum ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil hikmah dari keberanian para pahlawan dalam membangun dan mempertahankan kedaulatan daerah.

“Semangat ksatria di era sekarang telah bertransformasi. Bukan lagi soal adu fisik di medan laga, melainkan kemampuan kita untuk menaklukkan diri sendiri dan memberikan teladan bagi lingkungan sekitar,” tegas Gung Anom.
Ia menambahkan, pembangunan Klungkung ke depan dipastikan tetap selaras dengan visi besar “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Visi ini menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan peradaban Bali hingga satu abad ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD juga memaparkan beberapa fokus utama pembangunan yang sedang digarap bersama eksekutif. Hal ini mencakup penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih, pengendalian alih fungsi lahan yang kian masif, serta sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif di seluruh wilayah Klungkung.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak terjebak dalam euforia seremonial semata. Nilai juang pantang menyerah yang diwariskan oleh Ida Dewa Agung Jambe harus dijadikan landasan kuat dalam bekerja dan berkarya.
“Mari kita bersatu padu dalam semangat gotong royong (Gilik-Saguluk). Gunakan nilai ksatria ini sebagai energi untuk mewujudkan Klungkung yang Mahottama (Unggul dan Mulia),” pungkasnya. (Sta-Kab).