

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Bagi I Nengah Mudiana, S.S., M.A.P., amanah menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klungkung bukan sekadar jabatan politik, melainkan bentuk pengabdian tulus kepada masyarakat.
Politisi dari Partai Gerindra ini dikenal sebagai sosok yang dekat dengan krama, sederhana, dan konsisten memperjuangkan aspirasi warga, khususnya di daerah pemilihannya, Kecamatan Klungkung (Dapil Klungkung I).
Lahir di Klungkung pada 31 Desember 1967, Nengah Mudiana tumbuh dan besar di Desa Gelgel. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 3 Gelgel, dilanjutkan ke SMP Negeri 2 Klungkung, dan SMEAN Klungkung.
Semangat belajarnya yang tinggi mengantarkan Mudiana meraih gelar Sarjana Sastra Inggris (2010) serta Magister Administrasi Publik (2021) dari Universitas Warmadewa.
Dipercaya menjadi anggota legislatif sejak 2019 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029 dengan perolehan 2.421 suara, Mudiana kini bertugas di Komisi I DPRD Klungkung. Ia terus berkomitmen mengawal fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan demi kesejahteraan daerah.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang sangat besar. Karena itu saya ingin selalu mendengar, memperjuangkan, dan mengawal setiap aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan melalui kebijakan pembangunan yang bermanfaat,” tegas Nengah Mudiana, Rabu (16/9/2026).
Di luar fungsi utamanya di parlemen, politisi yang bermukim di Dusun Tangkas, Desa Gelgel ini memiliki perhatian besar terhadap pembinaan generasi muda. Ia meyakini kemajuan Klungkung tak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya.
“Generasi muda adalah investasi terbesar Kabupaten Klungkung. Tugas kita bersama adalah memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang, berprestasi, dan memiliki karakter yang baik sehingga mampu menjadi pemimpin masa depan,” ungkapnya.
Kecintaan Mudiana terhadap generasi muda juga tersalurkan melalui olahraga. Ia memiliki hobi mengolah si kulit bundar. Bagi Mudiana, sepak bola merupakan sarana efektif membangun disiplin, kerja sama tim, sportivitas, dan mental pantang menyerah.
“Sepak bola bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi membentuk mental yang kuat. Saya berharap pembinaan sepak bola usia dini di Klungkung terus berkembang sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi,” terangnya.
Di samping itu, ia menegaskan pentingnya menjaga keselarasan pembangunan daerah dengan pelestarian seni dan budaya Bali sebagai identitas krama Klungkung.
Ia mengajak seluruh elemen—pemerintah, legislator, tokoh adat, hingga pemuda—untuk terus mempererat persatuan dan gotong royong demi mewujudkan Klungkung yang maju, berbudaya, dan berprestasi. (Sta-Kab).