

DENPASAR, KABARBALI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data prakiraan cuaca serta peringatan dini kondisi perairan untuk seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Sebagian besar wilayah Pulau Dewata diprediksi didominasi oleh kondisi cuaca cerah hingga cerah berawan, dengan potensi peningkatan suhu udara khususnya di wilayah perkotaan dan pesisir.
Berdasarkan laporan harian BMKG, Kota Denpasar mencatatkan kisaran suhu udara tertinggi di Bali mencapai 25–34 °C dengan kelembapan 67–88%. Kondisi cerah juga menaungi wilayah Kabupaten Badung, Gianyar, Klungkung, dan Buleleng dengan suhu rata-rata berkisar antara 24–32 °C.
Sementara itu, wilayah Jembrana, Tabanan, Bangli, dan Karangasem diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan. Wilayah Kabupaten Bangli kembali mencatatkan suhu udara paling sejuk di Bali, berada pada rentang 20–28 °C dengan kelembapan udara mencapai 42–98%.
Selain dinamika cuaca daratan, BMKG merilis peringatan dini kondisi gelombang laut yang berlaku mulai Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA hingga Minggu, 18 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA.
Dari hasil pengamatan sinoptik, pola pergerakan angin di Perairan Utara Bali umumnya bertiup dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 30 knot. Sedangkan di wilayah Perairan Selatan Bali, angin bergerak dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan 4 hingga 20 knot.
Pola angin tersebut memicu potensi gelombang laut dalam kategori Tinggi (2,5 hingga 4,0 meter) pada dua titik perairan vital, yakni:
Perairan Selatan Pulau Bali
Selat Lombok Bagian Selatan
Sementara itu, kategori gelombang Sedang (1,25 hingga 2,5 meter) terpantau melanda empat wilayah perairan lainnya, meliputi Selat Bali Bagian Selatan, Perairan Utara Pulau Bali, Selat Badung, serta Selat Lombok Bagian Utara.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, pelaku usaha pariwisata bahari, serta pengguna jasa transportasi laut dan nelayan agar tetap meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi perubahan cuaca serta risiko keselamatan pelayaran. (Kab/Red).