KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Proyek pemeliharaan berkala infrastruktur jalan di kawasan pariwisata Nusa Penida kembali mendapat pengawasan ketat. Bupati Klungkung, I Made Satria, menemukan sejumlah catatan krusial saat meninjau langsung pengerjaan proyek Jalan Pertigaan Klatak–Lembongan di Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (15/5).
Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut, Bupati Satria didampingi oleh Anggota DPRD Klungkung Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Penida, Wayan Kariana, serta Perbekel Lembongan, I Ketut Gede Arjaya. Menanggapi temuan di lapangan, Bupati menginstruksikan pihak rekanan pelaksana untuk segera melakukan perbaikan pada titik-titik pekerjaan yang dinilai belum maksimal.
Salah satu poin utama yang menjadi atensi bupati adalah kondisi galian di sisi jalan yang belum tertata optimal dan dinilai membahayakan keselamatan publik. Satria menegaskan agar pengerjaan struktur beton kurus (lean concrete) dihentikan sementara sebelum struktur galian selesai dirapikan dengan benar.
Anggota DPRD Klungkung, Wayan Kariana, mengungkapkan bahwa meskipun hasil pengaspalan dari titik Pertigaan Batu Karang hingga kawasan SMAN 1 Atap Lembongan terpantau rata dan berkualitas baik, kondisi sebaliknya ditemukan pada jalur berikutnya.
Menurut Kariana, permukaan jalan setelah melewati area sekolah menuju pusat Desa Lembongan justru terasa tidak rata.
“Kalau dari Pertigaan Batu Karang sampai SMA jalannya rata dan bagus. Namun, setelah dari SMA ke arah pusat Desa Lembongan, jalannya terasa bergelombang. Apalagi kalau masyarakat lewat menggunakan mobil, itu cukup terasa guncangannya,” ujar Wayan Kariana saat dihubungi, Minggu (17/5).
Merespons temuan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Klungkung, Made Jati Laksana, memberikan klarifikasi teknis. Jati Laksana menjelaskan bahwa kontur jalan yang bergelombang tersebut dipicu oleh kendala pada alat berat saat proses pengerjaan di malam hari.
Dinasnya telah melayangkan teguran dan catatan evaluasi kepada kontraktor pelaksana, PT Maha Karya Wiguna, untuk segera mengeksekusi pengaspalan ulang atau perbaikan di titik-titik yang dikeluhkan.
“Kami sudah sampaikan kepada pihak rekanan terkait tindak lanjut perbaikan pada ruas jalan yang dikeluhkan bergelombang, dan pihak rekanan sudah siap untuk memperbaikinya,” pungkas Jati Laksana. (Sta-Kab)