Sampah Denpasar Mulai Masuk Klungkung, Wabup Tjok Surya Wanti-wanti Petugas : Jangan Sampai Kecolongan

Sampah diturunkan dari truk dan dimasukkan ke lobang di area PKB Klungkung, Rabu (15/4/2026).

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, meninjau langsung lokasi pengolahan sampah organik kiriman dari Denpasar yang ditempatkan di area penyangga Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Gunaksa, Klungkung, Rabu (15/4/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proses pembuangan sampah sesuai dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali, yakni hanya sampah organik yang telah melalui proses pencacahan. Lokasi penampungan tersebut berada sekitar 2 kilometer dari area embung Gunaksa.

Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, Dewa Komang Aswin, Wabup Tjok Surya melihat secara mendetail proses penurunan sampah dari truk ke lubang penampungan.

“Dari hasil komunikasi dan pantauan kami di lapangan, sampah yang dibawa memang benar sampah organik yang sudah dicacah, sesuai dengan kesepakatan dengan pihak Provinsi Bali,” ujar Tjok Surya di lokasi.

Wabup TJok Surya dan tim pantau proses pembuangan sampah dari Denpasar ke Klungung di area penyangga PKB Klungkung, Rabu (15/4/).

Waspadai Sampah Non-Organik

Meski terpantau tertib, Wabup Tjok Surya memberikan instruksi tegas kepada petugas di lapangan agar melakukan pengecekan menyeluruh terhadap setiap truk yang masuk. Ia mewanti-wanti agar jangan sampai ada sampah non-organik atau plastik yang terselip masuk ke lubang penampungan.

“Petugas wajib cek detail, jangan sampai kecolongan ada sampah non-organik yang dibawa. Ini area penyangga, kita harus jaga kualitas lingkungannya,” tegasnya.

Tjok Surya menjelaskan bahwa setelah lubang penampungan terisi penuh, sampah tersebut akan diuruk kembali dengan tanah untuk kemudian ditanami tanaman hijau. Langkah ini dilakukan guna menjaga ekosistem di sekitar kawasan embung tetap terjaga.

Antisipasi Keluhan Masyarakat

Selain masalah jenis sampah, fokus utama pemerintah adalah kenyamanan masyarakat sekitar, terutama terkait potensi bau yang ditimbulkan. Pemerintah berkomitmen agar proses pengolahan ini tidak mengganggu aktivitas warga.

Senada dengan hal tersebut, Mangku Suja, salah seorang warga yang tinggal sekitar 50 meter dari lokasi, mengaku terus memantau aktivitas tersebut secara mandiri.

“Kami ada di sebelah sini, paling jaraknya 50 meter. Kami jaga dan pantau terus, yang penting jangan sampai menimbulkan bau yang mengganggu warga,” ungkapnya.

Kerja sama antarwilayah dalam penanganan sampah ini diharapkan menjadi solusi sementara yang tetap mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan dan keharmonisan dengan masyarakat lokal di Klungkung. (Sta-Kab).

Berita Masalah Sampah di Bali 

@kabarbali.id

Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra melihat langsung proses pemrosesan sampah organik dari kota Denpasar yg di bawa ke PKB Klungkung, Rabu (15/4/2026). Rencananya, setelah lobang penuh akan diisi tanaman sebagai penyangga kesuburan lahan untuk embung di kawasan penyangga PKB ini. Tjok Surya berhadap, pengawasan penuh dilakukan agar sampah benar2 organik di bawa ke lokasi ini. @Tjok Surya #klungkung #masalahsampah #pusatkebudayaanbali #kabarbali #sampah

♬ original sound – kabarbali.id – kabarbali.id

kabar Lainnya