KABARBALI.id — Bagi masyarakat Hindu di Bali, menentukan hari baik (dewasa ayu) sebelum memulai suatu aktivitas atau upacara adat merupakan tradisi sakral yang tetap lestari. Berdasarkan perhitungan kalender Bali, hari Senin (25/5/2026) ini menyimpan perpaduan energi yang sangat baik untuk urusan spiritual dan pertanian, namun memiliki pantangan ketat untuk urusan asmara dan peternakan.
Secara filosofis, hari ini dinaungi oleh Pararasan: Laku Bintang, Pancasuda: Bumi Kepetak, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, dan Pratiti: Jaramerana. Kombinasi ini membawa karakter khusus yang memengaruhi keberhasilan usaha dan pelaksanaan ritual.
Bagi semeton yang berencana melaksanakan upacara keagamaan, Senin ini tergolong hari yang sangat suci. Indikator Dewa Stata yang aktif hari ini menunjukkan waktu yang sangat baik untuk menggelar upacara Panca Yadnya, terutama fokus pada ritual Dewa Yadnya (persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Prabhawa-Nya).
Tak hanya urusan vertikal (spiritual), sektor agraria juga mendapat angin segar. Hari ini memiliki unsur Dewasa Tanian dan Pepedan, yang artinya sangat ideal untuk membuka lahan pertanian baru, mulai bercocok tanam, hingga mengawali usaha di bidang agrobisnis.
Unsur Asuajeg Turun juga memperkuat hari ini sebagai momen yang tepat untuk menanam komoditas pangan spesifik seperti padi, kacang-kacangan, dan sirih. Selain itu, bagi para seniman, hari ini sangat baik untuk mulai membuat alat bunyi-bunyian tradisional seperti kentongan, gamelan, hingga genta.
Meskipun bagus untuk bertani dan bersembahyang, kalender Bali hari ini memberikan peringatan keras (wewaran) bagi beberapa aktivitas krusial lainnya. Salah satu yang paling diwaspadai adalah munculnya unsur Rangda Tiga.
“Hari ini tidak baik atau dilarang keras untuk melangsungkan upacara pawiwahan (pernikahan). Menurut keyakinan riwayat ala-ayuning, melanggar larangan Rangda Tiga dalam urusan perkawinan dipercaya bisa membawa dampak kurang harmonis bagi kehidupan rumah tangga ke depan,” tulis acuan Kalender Bali, Senin (25/5/2026).
Selain larangan menikah, berikut adalah beberapa pantangan penting lainnya yang wajib diperhatikan hari ini:
Kala Bangkung & Kala Nanggung: Hari ini dinilai buruk untuk mulai memelihara atau membeli hewan ternak baru.
Gagak Anungsang Pati: Pantang atau tidak baik digunakan untuk melaksanakan upacara membakar mayat atau ritual atiwa-tiwa.
Titibuwuk & Kala Sor: Tidak disarankan memulai pekerjaan yang sangat penting, melakukan perjalanan jauh, membuat tangga, atau melakukan aktivitas yang menguras tanah secara masif seperti membajak.
Pepedan: Meskipun bagus untuk membuka lahan, hari ini dilarang keras untuk membuat peralatan atau senjata yang berbahan dasar besi.
Bagi warga yang ingin menetralisir penyakit akibat energi negatif atau guna-guna, hari ini justru menjadi waktu yang mujarab untuk melakukan pengobatan atau ritual penyembuhan berkat adanya elemen Titibuwuk. (Kab).