DENPASAR, KABARBALI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data prakiraan cuaca di wilayah Provinsi Bali untuk hari Minggu, 24 Mei 2026. Berdasarkan pantauan atmosfer terkini, dinamika cuaca di Pulau Dewata didominasi oleh kondisi berawan hingga potensi hujan intensitas ringan di sejumlah kabupaten/kota.
Tak hanya kondisi cuaca di daratan, BMKG juga mengeluarkan alarm peringatan dini (early warning) terkait potensi lonjakan gelombang laut yang masuk dalam kategori tinggi di beberapa titik perairan krusial Bali.
Secara umum, langit Bali pada akhir pekan ini diselimuti awan tebal dengan kelembapan udara yang cukup tinggi, menyentuh angka 98 persen di kawasan dataran tinggi. Meski demikian, curah hujan dengan intensitas ringan diprediksi akan membasahi tiga wilayah, termasuk pusat kota.
Berikut rincian prakiraan cuaca harian di 9 kabupaten/kota se-Bali:
Kota Denpasar: Hujan Ringan (Suhu 24–28°C, Kelembapan 78–94%)
Tabanan: Hujan Ringan (Suhu 22–26°C, Kelembapan 84–96%)
Klungkung: Hujan Ringan (Suhu 26–29°C, Kelembapan 73–91%)
Badung: Berawan (Suhu 23–28°C, Kelembapan 76–97%)
Gianyar: Berawan (Suhu 23–28°C, Kelembapan 79–94%)
Buleleng: Berawan (Suhu 24–28°C, Kelembapan 76–93%)
Jembrana: Berawan (Suhu 23–26°C, Kelembapan 80–97%)
Karangasem: Berawan (Suhu 22–25°C, Kelembapan 79–96%)
Bangli: Berawan (Suhu 22–23°C, Kelembapan 85–98%)
Bagi semeton yang berada di kawasan pegunungan atau dataran tinggi seperti Bangli, BMKG juga mengingatkan adanya potensi fenomena udara kabur hingga kabut tebal yang dapat mereduksi jarak pandang berkendara, terutama pada malam dan dini hari.
Berdasarkan analisis kondisi sinoptik, pola pergerakan angin di wilayah Perairan Utara Bali umumnya bertiup dari arah Tenggara menuju Barat Daya dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 20 knot.
Sementara itu, pola angin di Perairan Selatan Bali bertiup dari arah Tenggara menuju Barat Daya dengan eskalasi kecepatan yang jauh lebih kuat, yakni berkisar antara 5 hingga 25 knot. BMKG meminta seluruh pengguna jasa kelautan mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin yang signifikan di kedua sektor perairan tersebut.
BMKG memberlakukan status peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku mulai 24 Mei 2026 pukul 08.00 WITA hingga 27 Mei 2026 pukul 08.00 WITA. Nelayan, operator kapal cepat (fast boat), dan pelaku aktivitas wisata bahari diimbau untuk memetakan risiko keselamatan sebelum turun ke laut.
Berikut zonasi pembagian ketinggian gelombang laut di perairan Bali:
Selat Badung (Jalur penyeberangan Sanur – Nusa Penida/Lembongan)
Perairan Selatan P. Bali
Selat Lombok Bagian Selatan
Selat Bali Bagian Selatan (Jalur penyeberangan Ketapang – Gilimanuk)
Perairan Utara P. Bali
Selat Lombok Bagian Utara
Mengingat tingginya gelombang laut di kawasan Selat Badung dan Perairan Selatan, krama Bali dan wisatawan yang berencana menyeberang menuju pulau-pulau satelit atau melakukan aktivitas di pesisir pantai selatan diharap tetap waspada dan mematuhi instruksi petugas pelabuhan maupun Balawista setempat. (Kab)