Sekda Surya Suamba Haturkan Bhakti Penganyaran di Pura Pasar Agung Besakih

Sekda Surya Suamba saat memimpin pelaksanaan Bhakti Penganyaran Pemkab Badung di Pura Kahyangan Jagat Pasar Agung Besakih, Giri Tohlangkir, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Senin (26/10). foto Prokopim/kabarbali.id

KARANGASEM, KABARBALI.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung, I.B. Surya Suamba, memimpin langsung pelaksanaan Bhakti Penganyaran Pemerintah Kabupaten Badung dalam rangkaian upacara Pujawali Purnama Kelima di Pura Kahyangan Jagat Pasar Agung Besakih, Giri Tohlangkir, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Senin (26/10/2026).

Kehadiran rombongan jajaran pejabat Pemkab Badung dalam persembahyangan bersama tersebut disambut hangat oleh Manggala Karya Pujawali Pura Kahyangan Jagat Pasar Agung Besakih, Jero Mangku I Wayan Sukra, beserta para pemangku dan panitia karya setempat.

Sekda Badung I.B. Surya Suamba mengungkapkan bahwa pelaksanaan Bhakti Penganyaran ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Badung dalam merawat keharmonisan spiritual lintas wilayah, yang selaras dengan nilai-nilai luhur ajaran Tri Hita Karana.

“Melalui Bhakti Penganyaran ini, kami bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Badung menghaturkan sembah bhakti dan memohon anugerah serta kerahayuan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kami berharap seluruh masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, kedamaian, dan kesejahteraan,” ujar Surya Suamba.

Pelestarian Adat dan Budaya sebagai Jati Diri Bali

Lebih lanjut, Surya Suamba menegaskan bahwa pelestarian adat, agama, tradisi, dan kebudayaan Bali adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki peran krusial dalam mendukung keberlangsungan nilai-nilai spiritual tersebut agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Adat, agama, dan budaya merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat Bali. Karena itu, pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti ini hendaknya terus menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga keharmonisan, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan rasa bhakti dan kepedulian terhadap lingkungan,” tambahnya.

Rangkaian persembahyangan yang diikuti oleh perwakilan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Badung tersebut diakhiri dengan penyerahan dana punia secara simbolis guna mendukung pemeliharaan dan kelancaran upacara di pura kahyangan jagat tersebut. (Gus-Kab).

kabar Lainnya