DENPASAR, KABARBALI.ID – Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat sinergi dengan pelaku industri pariwisata dalam menuntaskan persoalan sampah. Bertempat di Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat (8/5/2026), jajaran pengusaha di sektor Hotel, Restoran, Kafe/Katering (Horeka) serta Daerah Tujuan Wisata (DTW) menyatakan komitmennya untuk mendukung optimalisasi pengolahan sampah berbasis sumber demi mewujudkan pariwisata berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, serta perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Walikota Jaya Negara mengapresiasi dukungan sektor Horeka dan DTW yang menjadi tulang punggung ekonomi Denpasar. Untuk memastikan komitmen ini berjalan nyata, Pemkot Denpasar berencana menerapkan sistem audit pengolahan limbah yang lebih terukur.
“Kedepan, Pemerintah Kota Denpasar akan melaksanakan audit pengolahan limbah dengan skema seperti CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability). Semoga upaya ini mendukung terwujudnya pengolahan sampah berbasis sumber yang berkelanjutan,” ujar Jaya Negara.
Menurutnya, pengolahan sampah berbasis sumber di berbagai sektor memerlukan komitmen kolektif agar beban pengolahan di hilir dapat berkurang secara signifikan.
Dalam arahannya, Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan data krusial bahwa sekitar 41 persen persoalan sampah di Bali bersumber dari sektor pariwisata (Horeka). Ia menegaskan bahwa kebiasaan lama membuang sampah ke TPA harus segera diakhiri, terutama mengingat kondisi TPA Suwung yang sudah mengalami overload.
“Kebiasaan nyaman harus kita akhiri. Kita harus mengubah perilaku. Jika pariwisata Bali mau dijaga berkelanjutan, maka persoalan sampah harus diselesaikan,” tegas Koster.
Gubernur juga memberikan apresiasi atas capaian pemilahan sampah di Kota Denpasar yang kini telah melampaui angka 80 persen. Ia meminta para pelaku usaha tidak hanya mengandalkan dana CSR untuk urusan sampah, melainkan menjadikannya bagian dari anggaran operasional usaha yang rutin.
Mewakili pelaku usaha, General Manager Prama Sanur Beach Hotel, IGB Surya Candra Sasmita, menegaskan bahwa sektor Horeka rata-rata telah memiliki standarisasi pengolahan limbah melalui sertifikasi ISO dan penghargaan Tri Hita Karana Award.
“Kami siap berkomitmen untuk pengolahan sampah berbasis sumber. Terima kasih kepada pemerintah atas dukungan dalam mendorong penanganan persampahan untuk pariwisata berkelanjutan,” ungkapnya. (Irw-Kab).